Catatan Denny JA: Ketika Puisi Menjadi Saksi Zaman
- Penulis : Krista Riyanto
- Minggu, 25 Mei 2025 15:41 WIB

Di tengah dunia yang makin cepat dan makin pelupa, puisi esai hadir sebagai museum hidup. Ia menolak lupa, dan menolak untuk move on dari luka yang belum selesai.
5. Dari Genre Menjadi Angkatan
Puisi esai tak sekadar bentuk baru, ia adalah gerakan. Dengan ratusan penulis dan ribuan halaman, ia menjadi bagian dari kanon kesusastraan Indonesia kontemporer.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ikhtiar Ikut Merayakan Secara Sosial Hari Raya Agama Lain
-000-
Kekuatan dan Kelemahan Puisi Esai
Kekuatan:
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ijazah Jokowi Asli dan Lima Kesalahan Metodologis Tuduhan Palsu
*Naratif dan emosional, bercerita seperti cerpen, menyentuh seperti puisi.
*Catatan kaki sebagai inovasi, membuka ruang refleksi faktual.
*Merangkul banyak profesi, membebaskan sastra dari sekat elite.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Kampanye Negatif untuk Terpilih Menjadi Pemimpin
*Dokumentasi kolektif, menjadi arsip sosial sebuah bangsa.