Inovasi Berbasis Budaya Jadi Rahasia di Balik Produsen NEV Raksasa China BYD
- Penulis : M. Ulil Albab
- Sabtu, 24 Mei 2025 02:22 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Di Shenzhen, China selatan, orang-orang dari seluruh penjuru China sering terlihat mengantre untuk mengunjungi kantor pusat BYD Company Limited. Sebagai produsen kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) terlaris di dunia pada 2024, BYD tidak hanya memamerkan kendaraan listriknya yang mengesankan, tetapi juga menawarkan gambaran tentang elemen budayanya yang "kompleks".
Banyak model mobil BYD yang memasukkan elemen tradisional China. Beberapa di antaranya memiliki nama khas China seperti "Han" dan "Tang", yang terinspirasi oleh dua dinasti China kuno yang terkenal. Salah satu logo submerek perusahaan tersebut terinspirasi dari karakter aksara tulang ramalan kuno yang berarti "listrik".
"Kami tidak mengubah elemen-elemen ini saat menjualnya di luar negeri, karena ini adalah mobil buatan China. Pembeli juga menghargainya karena elemen-elemen itu membawa pesona peradaban Timur," ujar perwakilan BYD.
Baca Juga: BMW Group Indonesia Menggugat BYD Terkait Pencatutan Merek, Ini Akar Masalahnya
BYD didirikan pada 1994. Pada 2022, pendapatan operasional perusahaan itu melebihi 10 miliar yuan (1 yuan = Rp2.264) untuk pertama kalinya. Tahun lalu, perusahaan tersebut menjual lebih dari 4,27 juta unit NEV.
"Di dalam perusahaan, ada keyakinan kuat dari level pimpinan hingga karyawan bahwa untuk meningkatkan ekologi global dan memberikan manfaat bagi umat manusia, kita harus merangkul energi ramah lingkungan. Keyakinan ini sejalan dengan filosofi China tentang keharmonisan antara manusia dan alam," ujarnya.
Seorang pengunjung di kantor pusat itu memiliki sentimen serupa. Dia mengatakan kepada Xinhua bahwa di China, sangat lumrah untuk menemukan keluarga dengan anggota dari generasi yang berbeda tinggal bersama.
Baca Juga: BYD Dominasi Pasar Mobil Listrik Nasional pada Awal 2025 Dengan Angka Penjualan 8.200 Unit
Saat bepergian, anggota keluarga yang sudah lanjut usia biasanya lebih suka duduk di kursi belakang, dan kendaraan bisnis BYD yang baru saja diluncurkan dengan penuh perhitungan memenuhi aspek dalam nilai-nilai keluarga China ini, katanya.
"Budaya insinyur" juga merupakan ciri khas BYD. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilannya, hal itu berarti "berfokus pada pemecahan masalah nyata berdasarkan situasi dunia nyata." Budaya seperti itu semakin diperkaya melalui interaksi dan pertukaran yang luas dengan berbagai segmen masyarakat, menarik inspirasi dari berbagai sumber.
Chairman BYD Wang Chuanfu sendiri adalah seorang insinyur. Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas perkotaan, dia membayangkan sistem kereta berbasis energi baru yang disebut "SkyShuttle", yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan membangun sistem kereta bawah tanah dan sudah beroperasi di sejumlah kota.
Baca Juga: Humas BYD Indonesia: Seal yang Terbakar Hanya Mengeluarkan Asap
Perusahaan tersebut saat ini mempekerjakan lebih dari 120.000 personel penelitian dan pengembangan (litbang) dan memiliki lebih dari 59.000 aplikasi paten, menguasai sejumlah teknologi inti di seluruh rantai industri NEV. Generasi baru dari "baterai bilah" yang dikembangkan secara independen tersebut dapat memastikan jarak tempuh sejauh 1.000 kilometer dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap api.