DECEMBER 9, 2022
Kolom

Denny JA, Seorang Jenius Modern Asal Indonesia

image
Denny JA (Foto: ANTARA)

Oleh Dr. Satrio Arismunandar*

ORBITINDONESIA.COM - Merayakan 62 tahun usia Denny JA, tanggal 4 Januari 2025, apa judul paling tepat bagi biografinya?

Jika saya menjadi penulis biografinya, judul di atas yang akan saya gunakan. Saya sudah berinteraksi dengan Denny JA sejak sama sama menjadi mahasiswa UI di awal tahun 1980-an awal. Saya masuk Jurusan Elektro FTUI pada 1980, sedangkan Denny JA masuk Jurusan Arsitektur pada 1981.

Baca Juga: Satrio Arismunandar: Pemanfaatan AI Dalam Proses Belajar-Mengajar di Sekolah Hadapi Kesenjangan Keterampilan

Denny tidak menyelesaikan kuliahnya di Arsitektur karena pindah jurusan ke Fakultas Hukum UI, lalu meneruskan pendidikan hingga jenjang doktor di Amerika. Sedangkan saya menyelesaikan S2 Ketahanan Nasional dan S3 Filsafat dengan “tetap setia” di UI.

Hubungan saya dengan Denny tak sebatas teman kuliah, tetapi juga di dunia aktivis. Saya pernah menanggapi tulisan Denny di rubrik opini Harian Kompas, tentang aktivis dan gerakan mahasiswa. Saya juga beberapa kali menulis dalam buku yang diterbitkan Kelompok Studi Proklamasi, kelompok studinya Denny JA dkk.

Hubungan saya selama 40 tahun lebih bisa disebut dekat, dan lima tahun terakhir ini, bahkan sangat dekat. Kedekatan ini menjadi penambah akurasi penilaian saya terhadap Denny JA.

Baca Juga: Diskusi SATUPENA, Satrio Arismunandar: Cerita Anak Butuh Karakter yang Menginspirasi dan Mirip dengan Mereka

-000-

Dalam sejarah peradaban manusia, istilah “jenius” sering disematkan kepada individu yang memiliki kapasitas luar biasa dalam menciptakan inovasi yang melampaui batas zaman. Leonardo da Vinci menguasai seni, sains, dan teknik. Rabindranath Tagore, pemenang Nobel Sastra, melampaui batas-batas sastra untuk menyentuh filsafat dan pendidikan.

Indonesia, di era modern, memiliki figur serupa: Denny JA. Dalam peranannya yang multidimensional, Denny JA telah memberikan kontribusi signifikan dalam politik, sastra, media sosial, dan aktivisme sosial.

Baca Juga: Diskusi Kreator Era AI, Satrio Arismunandar: Bagi Jurnalis, AI Hasilkan Informasi dengan Cepat Tetapi Tak Selalu Akurat

Ia bukan sekadar tokoh lokal; ia adalah inovator yang dampaknya menjangkau hingga dunia internasional.

Halaman:

Berita Terkait