DECEMBER 9, 2022
Kolom

Menulis Ulang Perjuangan Perempuan dalam Sastra: Pengantar Dari Denny JA Untuk Buku Puisi Esai Gunawan Trihantoro

image
(OrbitIndonesia/kiriman)

Yaitu Joan of Arc. Tokoh perempuan Ini juga direkam dalam karya sastrawan penerima Nobel Sastra: George Bernard Shaw, “Saint Joan,” (1923). 

Drama ini mengisahkan kehidupan Joan of Arc dan perjalanannya sebagai pemimpin militer serta perannya dalam Perang Seratus Tahun.

Joan of Arc sendiri hidup pada tahun 1412-1431. Ia adalah seorang gadis petani dari Prancis.

Di tengah dominasi budaya patriarkal, ia muncul sebagai pemimpin militer yang visioner dan berani. 

-000-

Dalam sejarah yang didominasi oleh budaya patriarkal, munculnya tokoh-tokoh perempuan seperti Malahayati dan Joan of Arc sebagai pemimpin perang merupakan fenomena yang menggugah pemikiran. 

Keberadaan mereka menantang norma-norma sosial yang membatasi peran perempuan dan menginspirasi generasi berikutnya. 

Berikut adalah tiga alasan yang merenungkan mengapa, meskipun dalam kultur patriarki yang kuat, perempuan-perempuan luar biasa ini mampu menjulang dan memimpin pertempuran:

Pertama: Kekuatan Visi dan Keyakinan Pribadi

Malahayati dan Joan of Arc memiliki visi yang melampaui batasan gender yang dikenakan oleh masyarakat mereka. 

Halaman:

Berita Terkait