Pencarian Identitas, dan Burung Gagak Ingin Menjadi Merak: Pengantar dari Denny JA Untuk Buku Puisi Esai Mahwi Air Tawar
- Penulis : Krista Riyanto
- Rabu, 26 Februari 2025 08:38 WIB

Mengapa saya harus patuh pada agama atau ideologi atau pemikiran yang bukan saya yang buat?
Ini pertanyaan eksistensial dan absurd. Renungan ini sejalan dengan karya Kafka dan lainnya, soal pencarian identitas diri.
Karya sastra tentang topik ini menambah kedalaman renungan pencarian identitas pribadi.
-000-
Buku Puisi Esai karya Mahwi Air Tawar menghadirkan lima belas puisi esai yang menafsirkan ulang cerita rakyat, kebudayaan, dan konflik sosial dalam format yang menggabungkan keindahan puisi dengan kedalaman analisis esai.
Dengan pendekatan ini, buku ini menawarkan perjalanan sastra yang reflektif, mengalir, dan sarat emosi, mengajak pembaca untuk tidak hanya menikmati estetika kata-kata.
Pembaca juga diajak merenungkan realitas yang sering tersembunyi di balik narasi tradisional.
Buku ini bukan hanya kumpulan puisi, melainkan juga sebuah eksperimen sastra yang menjembatani dunia imajinatif dengan fakta historis dan sosial.
Cerita rakyat, yang sering dianggap hanya sebagai dongeng masa lalu, dihidupkan kembali dengan tafsir kontemporer yang menyentuh isu identitas, perubahan sosial, dan pergulatan eksistensial manusia.
Puisi esai berjudul Malam Letrek mengisahkan pergulatan seorang istri yang melakukan ritual di kuburan karena suami menyukai seorang pesinden. Ini beberapa bait kutipannya: