Catatan Denny JA: Menyerukan Kebenaran dan Keadilan
- Penulis : Krista Riyanto
- Senin, 31 Maret 2025 08:41 WIB

Jika kita gagal menegakkannya, masa depan hanya akan menjadi bayangan gelap dari ketidakadilan yang lebih kompleks.
-000-
Khansa hanyalah seorang ibu di Madinah abad ke-7, tetapi pengorbanannya adalah cerminan dari perjuangan umat manusia yang abadi.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hak Asasi Manusia Sebagai Filter Tafsir Agama Era Artificial Intelligence
Ia mengajarkan bahwa keadilan tidak selalu membawa kemenangan duniawi, tetapi ia selalu menanamkan makna spiritual yang abadi.
Ketika kita memilih berdiri di sisi kebenaran, kita mungkin akan kehilangan banyak hal: kenyamanan, harta, bahkan nyawa.
Namun, kita memenangkan sesuatu yang lebih besar: kemuliaan jiwa, kedamaian hati, dan warisan yang akan menginspirasi generasi setelah kita.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Komunitas Agama dan Spiritual di Era Artificial Intelligence
Seperti yang dikatakan oleh Marcus Aurelius dalam Meditations (Buku IX, Bagian 1):
“Keadilan adalah tiang yang menopang keberlangsungan dunia. Tanpa keadilan, segala sesuatu akan runtuh.”
Ketika dunia diam di hadapan ketidakadilan, suara-suara kecil seperti Khansa, Mandela, Gandhi, dan Kartini mengingatkan kita: Keadilan dan kebenaran bukan pilihan.
Mereka adalah kewajiban moral kita sebagai manusia.***
Baca Juga: Catatan Denny JA: Peta Jalan Agama di Zaman Artificial Intelligence
Mekkah, 31 Maret 2025