Walikota Denpasar Jaya Negara: Perang Puputan Badung Jadi Inspirasi Wujudkan Kemakmuran Rakyat
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Sabtu, 21 September 2024 00:55 WIB

“Hendaknya spirit perjuangan para pendahulu kita dalam peristiwa Puputan Badung ini menjadi inspirasi, semangat serta tauladan dalam mengisi kemerdekaan saat ini,” ujarnya.
Penancapan Keris Pusaka oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Panglingsir Puri se-Kota Denpasar menjadi pemuncak Peringatan ke-118 Puputan Badung di Kota Denpasar, Jumat malam.
Rangkaian peringatan Puputan Badung diawali dengan pembacaan sejarah singkat Puputan Badung yang terjadi pada Tahun 1906 dimana, peperangan tersebut terjadi atas perlawanan sengit Rakyat Badung kepada Kolonialisme Belanda.
Baca Juga: Imigrasi Denpasar Deportasi Turis Asing Karena Bekerja di Salon Perawatan Kuku
Hal tersebut dipicu atas Hak Tawan Karang yang bertentangan dengan Belanda kala itu.
Rangkaian peristiwa heroik ini dikemas dalam sebuah garapan kolosal multidisipliner sebagai upaya penghormatan dan eksistensi sejarah Perang Puputan Badung yang menghadirkan 1.500 lebih seniman dari berbagai genre seni.
Karya kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang peristiwa sejarah, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap budaya dan seni Bali.
Baca Juga: Maestro Seni Prof I Made Bandem Menari Topeng Pada Festival Seni Nusantara di Tukad Bindu Denpasar
Melalui berbagai bentuk ekspresi artistik, kolaborasi ini menciptakan pengalaman yang mendalam, memicu refleksi, dan memperkuat penghargaan terhadap perjuangan dan keberanian yang ditunjukkan oleh para pejuang Bali.
Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan Bantuan BKK dengan nilai Rp59.980.302.341 dari Pemerintah Kabupaten Badung kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bantuan Hibah kepada 52 kelompok masyarakat Kota Denpasar yang diserahkan langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan diterima Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama perwakilan kelompok masyarakat.
Selain itu juga turut diserahkan piagam penghargaan kepada seluruh kolaborator penyaji pementasan serta rekor dunia Indonesia (MURI) kepada Pemerintah Kota Denpasar dan NALURI MANCA sebagai karya Pementasan Kolosal Multi Genre Seni di lokasi asli peristiwa heroik oleh Seniman Terbanyak.***
Baca Juga: Kantor Imigrasi Denpasar Amankan Bocah Ukraina yang Telantar di Jalan