Buku Timothy Bond Ungkap Pentingnya Kekuatan Penangkalan Terhadap Serangan Musuh
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Selasa, 01 April 2025 00:01 WIB

Beroperasi di bawah payung A2/AD ini, angkatan laut dan udara Rusia dapat melancarkan serangan dan operasi amfibi di daerah belakang Estonia dan Latvia. Juga, merebut Gotland dan pulau-pulau strategis lainnya, dan melarang lalu lintas laut dari Stockholm (Swedia) ke pasukan NATO di Riga dan Tallinn.
Untuk mengatasi tantangan ini, analis RAND Arroyo Center memeriksa peran yang dapat dimainkan oleh pasukan multi-domain berbasis darat yang bersahabat, dalam menghalangi atau mengalahkan agresi yang dilindungi oleh payung A2/AD.
Analisis buku RAND Corporation ini fokus utamanya adalah pada China. Tetapi kajian ini juga memeriksa penggunaan kekuatan multi-domain untuk bertahan melawan Rusia dan --meski cuma diulas secara singkat-- melawan Iran.
Baca Juga: China Beri Perhatian Khusus untuk Penyelesaian Laut China Selatan dan Judi Online di ASEAN
Laporan dalam buku ini juga berupaya untuk lebih memahami tujuan, kepentingan, sasaran, dan kemampuan China dan sekutu-sekutu AS di Pasifik barat, untuk menetapkan konteks strategis guna meningkatkan pertahanan sekutu AS.
Beberapa temuan kunci dari kajian RAND Corporation ini adalah: AS dan sekutunya dapat mengadopsi beberapa strategi untuk melawan agresi musuh, ketika dilindungi oleh kemampuan A2/AD.
Pendekatan tradisional yang bisa dilakukan AS adalah membangun pangkalan regional, untuk mengoperasikan kekuatan darat, udara, dan maritim yang diproyeksikan dari Amerika Serikat.
Baca Juga: China Pantau Perkembangan Penangkapan Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Beberapa pasukan yang dikerahkan kemudian ditugaskan untuk mempertahankan pangkalan ini dari serangan sistem A2/AD musuh, sambil secara bersamaan mengerahkan kemampuan A2/AD yang sama.
Sebagai contoh, dalam Operasi Desert Shield dan Desert Storm, AS dan sekutunya mengerahkan pasukan ke pangkalan regional, untuk membalikkan invasi Irak dan pendudukan Irak di Kuwait. Pasukan udara, darat, dan laut AS mempertahankan pangkalan ini, sambil melakukan serangan udara dan rudal terhadap unit-unit pertahanan udara dan rudal balistik Irak.
AS menggunakan pendekatan serupa dalam Operasi Iraqi Freedom satu dekade kemudian. AS mendirikan dan mempertahankan pangkalan di Arab Saudi, Qatar, dan Yordania, terhadap serangan rudal balistik dan udara Irak. Sambil militer AS menyerang unit-unit pertahanan udara dan rudal balistik Irak.
Baca Juga: China, Rusia, Iran Bertemu di Beijing Bahas Masalah Nuklir
Tetapi, akan sangat sulit untuk sukses menggunakan strategi yang sama, untuk melawan kekuatan militer yang setara atau hampir setara. ***