China Tanggapi Dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Potong Anggaran Pertahanan Negara Besar
- Penulis : M. Ulil Albab
- Rabu, 26 Februari 2025 07:06 WIB

"China telah berupaya untuk menjaga perdamaian dunia melalui tindakan nyata dan menyuntikkan stabilitas dan kepastian ke dunia," ungkap Lin Jian.
Presiden Trump menyesalkan ratusan miliar dolar AS yang digunakan untuk membangun kembali persenjataan nuklir di AS dan mengatakan bahwa ia berharap untuk mendapatkan komitmen dari musuh-musuh AS agar juga memangkas pengeluaran senjata nuklir mereka.
Selanjutnya Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menginstruksikan Pentagon dan seluruh militer AS untuk mengembangkan rencana pengurangan anggaran pertahanan sebesar 8 persen per tahun selama lima tahun ke depan.
Sedangkan Presiden Putin mengakui bahwa pada 2024, belanja pertahanan dan keamanan mencapai sekitar 8,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia.
Putin lalu mengatakan usulan Trump bagus dan Rusia siap untuk berdiskusi. Dalam wawancara yang sama, Putin juga juga mengusulkan eksplorasi bersama atas produksi logam tanah jarang bekerja sama dengan AS.
Ia menambahkan bahwa Rusia memiliki beberapa lokasi produksi logam tanah jarang terbesar di dunia di wilayah paling utara negara tersebut serta di Kaukasus, Siberia, Timur Jauh, dan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dan disebut Putin sebagai "wilayah baru".
Baca Juga: Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin Bertemu Secara Virtual
"Kami siap menarik mitra asing ke apa yang disebut wilayah baru, wilayah bersejarah kami yang telah kembali ke Rusia. Ada cadangan tertentu di sana juga. Kami siap bekerja dengan mitra kami, termasuk Amerika," kata Putin.***