DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Kuratorial Lukisan Denny JA, Resma Ramesh dkk di Pameran Seni Rupa International Minangkabau Literacy Festiva

image

Karya-karya fotografi Reshma Ramesh lebih banyak bercerita tentang alam, realita sosial yang sarat dengan nilai-nilai moral dan religi.

Kemunculan seni berbasis teknologi digital termasuk karya-karya fotografi dan video art yang berkembang di Eropa dan kemudian menyebar hingga ke Indonesia, telah memperkenalkan media dan paradigma baru dalam berkesenian yang tidak terbatas lagi pada media, ruang, waktu dan konteks tertentu.

Pada karya-karya fotografi Reshma Ramesh tersaji sebuah narasi tentang eksotika dan romantisme kehidupan manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari semesta.

Kemampuannya meramu ide lokal menjadi global, tradisi menjadi modern, serta mengangkat nilai-nilai spiritualitas dari masa lampau menjadi kontekstual patut diapresiasi sebagai sebuah upaya untuk menjaga ‘kemurnian’ ditengah hiruk pikuk globalisasi saat ini.

Artificial Intelligence (AI Arts)

Pesan-pesan spritualitas juga sangat terasa pada karya-karya artificial intelligence ( AI Arts) oleh Denny JA.

Proses berkarya bagi Denny JA sepertinya merupakan sebuah media kontemplasi sekaligus penyeimbang ditengah hiruk pikuk kehidupannya sebagai seorang konsultan, enterpreneur, dan peneliti.

Spiritualitas dalam berkarya Denny JA tidak terlepas dari pengaruh berbagai karya maestro dunia di era impresionis seperti Van Gogh, Monet, dan para maestro dunia lainnya.

Perjalanan batin yang ia rasakan saat menikmati karya para maestro dunia tersebut ternyata memberikan pengaruh besar dalam proses kreatifnya.

Pada pameran Lintas Masa ini, Denny JA mencoba membawa kita menyusuri perjalanan kontemplatif ke dalam ruang batin dengan menghadirkan atmosfer dari lukisan-lukisan impresionis para maestro dunia lewat sentuhan teknologi artificial intelligence.

Halaman:

Berita Terkait