Puisi Denny JA: Kuburan Mereka Berserakan di Berbagai Negara
- Penulis : Dody Bayu Prasetyo
- Minggu, 06 Oktober 2024 11:54 WIB

Dari seorang aktivis yang lantang,
Malik berubah menjadi penyair yang sunyi.
Kata-katanya menjadi pelarian,
puisi menjadi perlawanan,
bukan dengan teriakan, tapi dengan renungan yang dalam,
dengan kata-kata yang melukai perlahan,
menyentuh hati yang paling sunyi.
Kini ia menulis sebuah novel,
kisah teman-temannya yang juga terbuang,
mereka yang terkubur di berbagai negeri,
namanya hilang di bawah angin sejarah.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Pesan yang Dibawa Seekor Burung yang Hinggap di Pundakku
Buku itu, ia persembahkan untuk tanah air,
tanah yang tak pernah ia injak lagi,
namun selalu ada dalam setiap tarikan napasnya.
6 Oktober 2024 ***
CATATAN
Baca Juga: Puisi dari Susilawati Tentang Duhai Hati
(1) Puisi esai ini adalah fiksi, terinspirasi dari kisah nyata Chalik Hamid yang menulis puisi Kuburan Kami ada dimana- mana, terdampar di Albania selama puluhan tahun, hidup tanpa kewarganegaraan, akibat prahara tahun 1960-an.