DECEMBER 9, 2022
Ekonomi Bisnis

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dorong Percepatan Penyelesaian IEU-CEPA dengan Prancis

image
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis Eric Lombard, di Paris, Prancis, 5 Maret 2025. ANTARA/HI-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kerja sama tersebut mencakup pengolahan dan hilirisasi mineral strategis untuk mendukung ekosistem EV yang lebih berkelanjutan.

Menko Airlangga juga menyinggung bahwa pembelian peralatan militer Indonesia dari Prancis yang mencapai 11 miliar euro, perlu juga diimbangi dengan perluasan perdagangan Prancis dengan Indonesia di sektor yang lain.

Menteri Lombard kemudian menyebutkan beberapa proyek yang berpotensi untuk dikerjasamakan seperti HDF Energy untuk proyek hidrogen di Sumba yang bekerjasama dengan PT PLN, industri satelit melalui korporasi Thales, dan pembangunan kereta api dan lintasannya di mana Prancis akan menyiapkan skema pembiayaannya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Pemerintah Optimalkan Hari Belanja Online Nasional untuk Pacu Daya Beli Masyarakat

Selain itu, dirinya juga menyebutkan kerja sama terkait infrastruktur LRT di Bandung.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis atas dukungan terhadap penundaan implementasi European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) menjadi akhir tahun 2025.

“Pemerintah selalu proaktif melakukan dialog bilateral terkait pelaksanaan EUDR ini dengan pihak Uni Eropa. Dialog tersebut dapat menjadi ruang bagi Indonesia untuk dapat menyelaraskan kepentingan nasional dan interest pihak Uni Eropa," ujarnya lagi.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Indonesia Berupaya Ajukan Penurunan Tarif Dagang ke Amerika Serikat

Ia menekankan pentingnya penguatan industri minyak kelapa sawit (CPO) sebagai salah satu sektor unggulan yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Karena itu, Airlangga mengajak Prancis untuk mendukung komitmen Indonesia untuk patuh terhadap standar keberlanjutan yang diakui secara global, khususnya dalam industri CPO.

Mengakhiri pembicaraan, kedua menteri sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Proyek Strategis Nasional di PIK 2 Hanya Terkait Pengembangan Tropical Coastland

“Pertemuan bilateral ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan ekonomi. Hubungan diplomatik Indonesia-Prancis yang sudah menginjak 75 tahun pada tahun ini, diharapkan menjadi kesempatan untuk meluncurkan program-program kerja sama baru kedua negara,” ujar Menko Airlangga pula.***

Halaman:

Berita Terkait