China Komentari Debat Panas Trump-Vance-Zelenskyy tentang Solusi Perang di Ukraina
- Penulis : M. Ulil Albab
- Selasa, 04 Maret 2025 11:38 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Kementerian Luar Negeri China menyebut negaranya tetap berupaya untuk memainkan peran konstruktif pasca debat panas antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
"Kami mengetahui (perdebatan itu). China akan terus memainkan peran konstruktif untuk melakukan penyelesaian lewat jalur politik agar terwujud perdamaian dalam krisis Ukraina," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin, 3 Maret 2025.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta wakilnya, JD Vance, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Jumat, 28 Februari 2025 di Gedung Putih berakhir dengan debat panas di hadapan media sehingga tidak menghasilkan kata sepakat.
Awalnya, Zelenskyy sebenarnya datang diundang ke Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan yang berisi Ukraina bersedia mengirimkan mineral logam tanah jarang ke AS. Kesepakatan itu dimasukkan agar AS tetap berpihak kepada Ukraina.
"China tidak memulai krisis Ukraina, dan juga tidak menjadi pihak di dalamnya. Kami mendukung semua upaya yang kondusif untuk penyelesaian krisis secara damai," tambah Lin Jian.
China, ungkap Lin Jian, berharap bahwa pihak-pihak terkait dapat menemukan solusi yang berkelanjutan dan langgeng yang mempertimbangkan kepentingan masing-masing.
Pertemuan ketiganya itu awalnya berjalan lancar dan sopan, tapi menuju akhir Zelenskyy dan Trump yang didukung Vance saling melontarkan pernyataan-pernyataan sengit.
Debat dimulai dengan pernyataan Vance yang menuduh Zelenskyy tidak berterima kasih atas dukungan AS ke Ukraina selama ini. Pernyataan ini terlontar menjawab Zelenskyy yang mempertanyakan keinginan Vance untuk bernegosiasi dengan Rusia.
"Saya pikir Anda (Zelenskyy) tidak sopan datang ke Ruang Oval dan mengajukan gugatan di depan media Amerika," kata Vance.
Baca Juga: Pesawat Presiden Ukraina Zelenskyy Mendarat di Inggris Setelah Berselisih Sengit dengan Trump
Zelenskyy kemudian melipat tangannya dan bertanya kepada Vance apakah ia pernah ke Ukraina dan mengetahui kondisinya secara langsung. Vance pun marah dan menjawab bahwa Zelenskyy tengah memimpin tur propaganda, kemudian Trump terpancing dan membela Vance.
"Anda bertaruh dengan nyawa jutaan orang. Anda mempertaruhkan Perang Dunia III, dan apa yang Anda lakukan sangat tidak menghormati negara ini," kata Trump dalam perdebatan. Trump bahkan menepis lengan atas Zelenskyy saat keduanya saling potong pembicaraan.
Selanjutnya Trump menulis di akun Truth Social bahwa Zelensky dapat "kembali ketika dia siap untuk perdamaian".
Baca Juga: Presiden Donald Trump Tangguhkan Pendanaan Penjualan Senjata Baru ke Ukraina
Sekitar satu jam kemudian, Zelenskyy tiba-tiba meninggalkan Gedung Putih dan upacara penandatanganan kesepakatan mineral dibatalkan.
Namun belakangan, Zelenskyy menyatakan bahwa Eropa bersatu mewujudkan perdamaian sejati dan jaminan keamanan bagi negaranya.
Zelenskyy menyampaikan hal itu seusai menghadiri KTT para pemimpin Eropa di London pada Senin (3/3). Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengumumkan rencana membentuk koalisi sejumlah negara "yang bersedia" mencapai perdamaian di Ukraina.***