China dan Upaya Mendamaikan Perang Rusia - Ukraina
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Selasa, 04 Maret 2025 10:25 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Hari Senin, 24 Februari 2025 adalah persis tiga tahun serangan Rusia ke Ukraina, yang memicu perang berkepanjangan sampai hari ini. Sudah banyak orang mengulas tentang perang Rusia vs Ukraina. Namun ada satu yang agak jarang dibahas, yaitu aspek China. Sebagai super power dunia, kebijakan China ini diulas olah ARMORY RELOAD.
Kebijakan luar negeri China terkait konflik Rusia-Ukraina menekankan pada penyelesaian damai melalui dialog dan negosiasi, sambil mempertahankan hubungan erat dengan Rusia. China tampak menghindari kecaman langsung terhadap Rusia dan berupaya memainkan peran sebagai mediator dalam konflik tersebut.
China secara konsisten menyerukan penyelesaian krisis Ukraina melalui dialog dan negosiasi. Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa China mendukung semua upaya yang mendukung resolusi damai dan akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memainkan peran konstruktif dalam mencapai solusi politik.
Baca Juga: Otomotif Asal China, Geely Janjikan Hal Baru Setelah 9 Tahun Absen di Indonesia
China telah mengajukan proposal perdamaian yang mencakup 12 poin, antara lain menghormati kedaulatan semua negara, meninggalkan mentalitas Perang Dingin, dan menghentikan pertempuran.
Proposal ini bertujuan untuk mendorong dialog dan mencapai gencatan senjata antara pihak-pihak yang berkonflik. Sayangnya, proposal China kurang mendapat sambutan.
Di tengah konflik Rusia-Ukraina, China mempertahankan hubungan erat dengan Rusia. Dalam percakapan telepon antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin, kedua pemimpin menegaskan kemitraan "tanpa batas" mereka dan membahas upaya penyelesaian krisis Ukraina. Xi Jinping menyatakan bahwa China menyambut baik upaya positif yang dilakukan oleh Rusia dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan krisis tersebut.
Baca Juga: China Tanggapi Dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Potong Anggaran Pertahanan Negara Besar
Apa yang menjadi kepentingan China dalam upaya penyelesaian konflik Rusia-Ukraina?
Yang pertama, adalah stabilitas ekonomi dan keamanan regional. China memiliki kepentingan dalam menjaga stabilitas regional dan global untuk memastikan kelancaran produksi serta rantai pasokan. Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan di kawasan, yang berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi China.
Selain itu, China memiliki hubungan ekonomi dengan Rusia. Rusia merupakan mitra ekonomi penting bagi China, terutama dalam hal pasokan energi. Dukungan China terhadap Rusia, termasuk peningkatan impor minyak dan gas, membantu mengurangi dampak sanksi Barat terhadap Moskow dan memastikan pasokan energi yang stabil bagi China.
Ketiga, China ingin tampil dengan peran global sebagai mediator. Dengan terlibat dalam upaya mediasi konflik, China berupaya memperkuat posisinya sebagai aktor global yang bertanggung jawab dan meningkatkan pengaruhnya dalam tatanan dunia.