KJRI Jeddah Incar Perluasan Pasar Produk Indonesia di Arab Saudi Lewat Pameran Dagang
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Kamis, 27 Februari 2025 11:45 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah bersama Indonesian Trade Promotion Center menggelar pameran dagang di Jeddah, dengan fokus memperluas pasar produk Indonesia di Arab Saudi dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji 1446 H.
“Semoga acara ini menjadi pelopor dalam meningkatkan pasar produk Indonesia, khususnya pada ekosistem haji 1446 H, serta secara umum di kawasan,” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, saat membuka acara, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2025.
Sebanyak 39 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menampilkan berbagai produk makanan dan minuman, bumbu masak, perlengkapan hotel, jasa kargo dan logistik, dan penyedia tenaga kerja musiman, berpartisipasi dalam pameran bertajuk “Amazing Indonesia; Serving Dhuyufur Rahman”.
Baca Juga: Otoritas Bandara Wilayah II Medan: Maskapai Saudia Airlines Segera Terbangi Rute Jeddah - Kualanamu
Selain itu, 11 importir produk Indonesia di Arab Saudi juga ambil bagian dalam pameran ini. Para importir itu akan berperan besar menjadi pintu masuk bagi produk-produk Indonesia di pasar Timur Tengah.
Yusron berharap pameran dagang tersebut bisa menjadi sarana dalam mendukung upaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam ekosistem haji 1446 H.
Pameran itu juga menjadi saksi penandatanganan perjanjian kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Arab Saudi, yaitu, penandatanganan lima nota kesepahaman antara BPKH Limited (anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji) dengan lima UKM pangan Indonesia, yakni Umara, Pangansari, Foodindo, Halalan Thayyiban, dan Ikafood.
Baca Juga: KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Indonesia Patuhi Aturan Keamanan Arab Saudi
Kesepakatan mencakup penyediaan bumbu siap pakai dan makanan siap saji untuk konsumsi jemaah haji Indonesia selama musim haji 1446 H.
Pelaksanaan pameran dagang itu juga menghasilkan delapan dokumen ketertarikan atau Letter of Interest dan sembilan nota kesepahaman dengan nilai transaksi sebesar sekitar Rp94 miliar.
Produk yang diminati antara lain bumbu masakan, kerupuk, kecap manis, saos, mi telur, bihun, kopi instan, minuman kesehatan, makanan ringan, agar-agar, perlengkapan hotel, biji kemiri, dan jasa koki untuk musim haji.
Baca Juga: KJRI Jeddah: Layanan Haji 2025 Kini Masuki Tahap Penandatanganan Kontrak
Arab Saudi merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Timur Tengah, dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai 6,62 miliar dolar AS (Rp108,3 triliun) pada 2024.