DECEMBER 9, 2022
Internasional

Membabi-buta, Israel Mengebom Pasokan Medis PBB yang Baru Dikirim untuk RS Kamal Adwan di Gaza

image
Rumah Sakit Kamal Adwan pasca serangan Israel di Gaza (ARSIP FOTO - Anadolu Agency) (ANTARA/Anadolu)

Tentara Israel terus melancarkan serangan mematikan di Gaza utara sejak 5 Oktober untuk mencegah Hamas berkumpul kembali di tengah pengepungan ketat di wilayah tersebut.

Namun, warga Palestina menuduh Israel berusaha menduduki wilayah itu dan secara paksa memindahkan penduduknya.

Sejak 6 Oktober, tidak ada bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, yang diizinkan masuk ke wilayah tersebut oleh tentara Israel, membuat sebagian besar penduduk berada di ambang kelaparan.

Baca Juga: Relawan MER-C: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Kekurangan Pasokan Listrik, tapi Struktur Masih Bagus

Lebih dari 1.000 orang tewas di Gaza utara sejak serangan dimulai, menurut Dinas Pertahanan Sipil Palestina.

Serangan ini adalah episode terbaru dalam genosida brutal terhadap Jalur Gaza sejak serangan tahun lalu oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

Lebih dari 43.100 orang telah tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 101.500 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Baca Juga: Sekelompok 99 Relawan Dokter Amerika di Gaza Bilang Tidak Melihat Aktivitas Kelompok Militan di Rumah Sakit

Serangan ini telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah itu mengungsi di tengah blokade berkelanjutan, yang mengakibatkan kekurangan parah makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya yang brutal di Gaza.***

Halaman:

Berita Terkait