DECEMBER 9, 2022
Kolom

Mengkaji Opsi Tidak Dalam Hantaman "Nuklir" Tarif Trump

image
Presiden AS Donald Trump (Foto: ANTARA)

Misalnya, China menghadapi tarif total sebesar 54 persen (akumulasi dari kebijakan Trump sebelumnya), yang memicu kekhawatiran tentang potensi perang dagang yang lebih besar.

Tidak akan retaliasi

Namun, ada yang unik bahwa Australia, menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan retaliasi atau menerapkan tarif balasan kepada AS.

Baca Juga: Presiden Donald Trump Setujui Jeda 30 Hari Atas Ancaman Tarifnya Terhadap Kanada dan Meksiko

Tentu saja, Australia bukanlah pasrah dan menerima begitu saja kebijakan Trump tersebut. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dengan tegas menyatakan bahwa penerapan tarif yang dilakukan pemerintahan AS sama sekali tidak beralasan.

Albanese mengingatkan bahwa bila tarif itu disebut sebagai timbal balik, maka seharusnya yang diterapkan adalah nol persen, dan bukannya dipukul rata sebesar 10 persen kepada seluruh dunia.

PM Australia itu juga memperingatkan bahwa kebijakan tarif Trump bertentangan dengan prinsip kemitraan antara kedua negara tersebut, serta bukan "tindakan dari seorang sahabat".

Baca Juga: Komisi Eropa: Tak Ada Alasan Pengenaan Tarif AS Buat Ekspor Uni Eropa

Mengapa Australia tidak akan menerapkan tarif balasan kepada AS? Hal itu terutama karena Australia "hanya" terkena tarif 10 persen, bukannya seperti negara-negara lain yang terkena tarif jauh lebih besar.

Selain itu, Negeri Kanguru itu juga memahami bahwa bentuk retaliasi yang akan memicu melebarnya perang dagang tidak akan pernah berakhir dengan baik. Albanese telah mengingatkan bahwa pihaknya "tidak akan ikut serta dalam perlombaan yang tidak sehat yang akan menyebabkan harga naik dan pertumbuhan melambat".

Hal itu memang betul, karena bila Australia menerapkan tarif balasan, maka akan membuat berbagai produk barang yang masuk ke negara tersebut semakin mahal. Mahalnya barang, yang berpotensi akan meningkatkan laju inflasi, akan berdampak kepada pertumbuhan perekonomian secara nyata, apalagi terhadap sektor riil.

Baca Juga: Pemerintah Turunkan Harga Tiket Penerbangan Dalam Negeri dan Tarif Tol Selama Mudik Lebaran

Dengan kata lain, langkah tidak melakukan retaliasi adalah untuk menghindari eskalasi perang dagang yang akan dapat mengganggu rantai pasokan global, mengurangi perdagangan, dan merugikan industri dalam negeri.

Halaman:

Berita Terkait