DECEMBER 9, 2022
Buku

Buku Mattias Fibiger Mengungkap Masa Transformatif yang Dialami Indonesia Pasca Gejolak 1965

image
Buku Mattias Fibiger. Suharto’s Cold War (Foto: Istimewa)

Mattias Fibiger. Suharto’s Cold War: Indonesia, Southeast Asia, and the World. New York: Oxford University Press, 2023.

Buku Mattias Fibiger ini menyajikan analisis komprehensif mengenai masa transformatif yang dialami Indonesia pasca-1965. Yakni, setelah tragedi penghilangan dan pembunuhan sejumlah jenderal senior yang dipicu oleh unsur-unsur Partai Komunis Indonesia.

Menurut Mattias Fibiger, waktu itu Jenderal Soeharto muncul sebagai figur sentral yang kemudian membangun rezim Orde Baru.

Baca Juga: Buku Lesley Hazleton Menjelaskan Sejarah Awal Perpecahan Sunni dan Syiah

Melalui buku ini, Fibiger mengungkap bagaimana Soeharto tidak hanya menjalankan politisida besar-besaran, tetapi juga secara strategis memanfaatkan “Cold War capital” – yakni bantuan dan investasi internasional dari negara-negara Barat serta lembaga keuangan global – untuk merekonsolidasikan kekuasaannya, menstabilkan ekonomi, dan mengembangkan model otoritarianisme anti-komunis.

Buku ini, yang disusun berdasarkan akses mendalam ke arsip dalam negeri Indonesia serta sumber internasional, mengaitkan dinamika politik domestik dengan konteks geopolitik global Perang Dingin.

Fibiger menunjukkan bagaimana Soeharto menggunakan modal internasional untuk membebaskannya dari tekanan politik domestik, serta bagaimana kebijakan luar negerinya berupaya menyebarkan ideologi anti-komunis ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Baca Juga: UGM dan Toko Buku Natan Rayakan Seabad A.A Navis, Sastrawan Besar yang Kritis dan Peduli

Di sinilah peran penting ASEAN muncul, sebagai wadah kerjasama regional yang pada awalnya didorong oleh kepentingan menjaga stabilitas dan menahan pengaruh komunis.

Secara keseluruhan, Suharto’s Cold War menawarkan pemahaman baru tentang keterkaitan antara politik dalam negeri, ekonomi, dan hubungan internasional di era Perang Dingin, serta memberikan kontribusi penting dalam studi sejarah Indonesia dan transformasi politik di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke arsip Indonesia dan banyaknya sumber internasional, Buku ini dengan ahli menceritakan dekade-dekade pertama rezim Orde Baru di tingkat nasional, regional, dan global. Soeharto memobilisasi bantuan dan investasi internasional untuk membangun kediktatoran kontrarevolusionernya dan memicu proses pembangunan ekonomi.

Baca Juga: Buku Kapitayan Mengungkap Rahasia Spiritual Nusantara yang Hampir Terlupakan

Ia kemudian bertujuan untuk memproyeksikan otoritarianisme di tempat lain di Asia Tenggara dengan membantu para diktator sayap kanan di seluruh wilayah. Modal internasional yang tersedia melalui Perang Dingin global memungkinkan Soeharto untuk mencapai ambisi diktator dan pembangunan yang menjadi inti dari Perang Dingin domestik dan regionalnya.

Halaman:

Berita Terkait