DECEMBER 9, 2022
Kesehatan

Brain Bypass Surgery, Operasi untuk Sembuhkan Stroke dan Gangguan Pembuluh Otak

image
Ilustrasi jelang operasi. (Pexels)

Bagi pasien dengan arteri yang sangat kecil, bypass langsung mungkin tidak memungkinkan.

“Dalam kasus seperti ini, kami menggunakan indirect bypass, yang melibatkan stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru untuk meningkatkan suplai darah ke otak secara bertahap,” kata Prof Julius.

Teknik ini lebih umum digunakan pada pasien di mana pembuluh darahnya terlalu kecil untuk dilakukan anastomosis langsung. Salah satu teknik yang digunakan dalam indirect bypass adalah EDMAPS (Ensefalo Duro Myo Arterio Pericranial Synangiosis).

Baca Juga: RS Pusat Otak Nasional Jakarta Siap Tangani Pasien Darurat Serangan Stroke Dalam 4 Jam Pertama

Persiapan dan prosedur

Sebelum menjalani operasi bypass STA-MCA, pasien harus menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk MRI, CT-Scan, dan angiografi serebral untuk memastikan kelayakan prosedur.

“Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi pembuluh darah otak pasien dan menilai apakah operasi ini merupakan pilihan terbaik bagi mereka,” kata Prof Julius.

Baca Juga: Faktor Usia Jantung dan Risiko Serangan Jantung atau Stroke

"Tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa meningkatkan risiko komplikasi selama operasi. Kami juga memberikan panduan atau treatment dan obat-obatan tertentu untuk persiapan operasi,” lanjut dia.

Operasi kemudian dilakukan dengan teknik mikrovaskular, yaitu ahli bedah saraf akan menghubungkan arteri superfisial di kepala pasien dengan arteri di dalam otak menggunakan mikroskop bedah khusus.

“Prosedur ini membutuhkan ketelitian tinggi dan biasanya berlangsung selama 4-6 jam secara keseluruhan, dalam proses penjahitan atau core-nya rata-rata setengah jam,” ujar Prof Julius.

Baca Juga: Vertigo dan Gejala Awal Stroke: Mengenalinya dan Langkah-langkah Penanganan yang Tepat

Prognosis dan risiko

Halaman:

Berita Terkait