Prancis Desak Israel 'Menahan Diri Maksimal' Dalam Operasi Militer di Tepi Barat
- Penulis : Abriyanto
- Kamis, 27 Februari 2025 11:21 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Prancis pada Rabu, 26 Februari 2025, mendesak Israel untuk menerapkan “pengendalian diri maksimal” dalam operasi militer di Tepi Barat bagian utara.
Prancis menyoroti bahwa serangan Israel semakin intensif di kamp pengungsi Jenin, Tulkarem, dan Tubas telah menyebabkan korban sipil serta pengungsian massal.
"Prancis menyerukan kepada otoritas Israel untuk menerapkan pengendalian maksimal dalam penggunaan kekuatan dan memastikan, sesuai hukum kemanusiaan internasional, perlindungan terhadap penduduk sipil," kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: IRNA: Israel Kerahkan Tank ke Tepi Barat untuk Pertama Kali Dalam 23 Tahun
Kementerian tersebut menyoroti bahwa operasi militer Israel telah menyebabkan 40.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal.
"Prancis menegaskan kembali bahwa setiap pemindahan paksa penduduk bertentangan dengan hukum internasional dan mendesak otoritas Israel untuk mengizinkan warga sipil yang mengungsi akibat operasi ini segera kembali ke rumah mereka," kata pernyataan itu.
Tentara Israel telah melakukan operasi militer di Tepi Barat bagian utara sejak 21 Januari, menewaskan lebih dari 61 warga Palestina dan membuat ribuan lainnya mengungsi, menurut pejabat Palestina.
Baca Juga: Hancurkan Rumah dan Fasilitas, Operasi Militer Israel di Tepi Barat Usir 12 Ribu Warga Palestina
Ketegangan terus meningkat di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat.
Di wilayah itu, sedikitnya 923 warga Palestina telah tewas dan hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan tentara Israel dan pemukim ilegal sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.***