Hancurkan Rumah dan Fasilitas, Operasi Militer Israel di Tepi Barat Usir 12 Ribu Warga Palestina
- Penulis : Mila Karmila
- Rabu, 26 Februari 2025 10:35 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Operasi militer Israel di kamp pengungsi Tulkarem, Tepi Barat bagian utara, membuat 12.000 warga Palestina mengungsi, kata seorang pejabat setempat pada Selasa, 25 Februari 2025.
"Tentara pendudukan masih menduduki dan mengepung kamp Tulkarem, mengusir penduduknya dengan todongan senjata," ujar Wakil Gubernur Tulkarem, Faisal Salama dalam sebuah pernyataan, terkait tindakan pasukan Israel.
"Pasukan Israel masih menghancurkan rumah, jalan, gang, dan seluruh fasilitas di kamp ini," tambahnya.
Baca Juga: Meski Ada Gencatan Senjata di Gaza, Tentara Israel Lanjutkan Operasi Militer di Jenin, Tepi Barat
Menurut Salama, sejak bulan lalu, tentara Israel telah menghancurkan 40 bangunan yang menampung 100 unit apartemen di kamp tersebut. "Militer Israel juga membakar 10 rumah dan menghancurkan hampir 300 toko di kamp ini," katanya.
Salama mengatakan, Israel melancarkan operasi militer di Tepi Barat bagian utara demi kepentingan politik dan mengubah struktur demografi di kamp pengungsi itu.
Operasi tersebut telah berlangsung sejak 21 Januari, yang menewaskan lebih dari 61 warga Palestina dan memaksa ribuan lainnya mengungsi, menurut pejabat Palestina.
Baca Juga: Tentara Israel Mundur dari Kota Tammum Setelah Sepekan Menyerang Kota di Tepi Barat
Ketegangan terus meningkat di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat. Sedikitnya 923 warga Palestina di Tepi Barat telah terbunuh dan hampir 7.000 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Sementara itu,Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak keras pernyataan pejabat pendudukan Israel soal niat mereka untuk tetap berada di sejumlah daerah di Tepi Barat utara yang diduduki untuk waktu yang lama. PBB juga menentang penolakan Israel atas kembalinya rakyat Palestina ke rumah mereka.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan prihatin atas eskalasi kekerasan, serangan, dan operasi besar-besaran yang dilakukan pasukan pendudukan Israel di kota-kota utara di Tepi Barat.
Baca Juga: IRNA: Israel Kerahkan Tank ke Tepi Barat untuk Pertama Kali Dalam 23 Tahun
Ia juga prihatin dengan peningkatan jumlah korban, termasuk anak -anak, banyaknya pengungsi serta penghancuran infrastruktur sipil.