DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Marsda TNI Kusworo Dimutasi dari Jabatan Kepala Basarnas dalam Rangka Pensiun

image
Arsip Foto - Kepala Basarnas Kusworo saat bersama tim pewarta ANTARA bersiap melakukan patroli udara pada operasi keselamatan pergerakan masyarakat periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menggunakan helikopter AW-139 di Base Ops Landasan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa, 31 Desember 2024. ANTARA /Bayu Pratama Syahputra.

ORBITINDONESIA.COM - Marsekal Madya (Marsda) TNI Kusworo dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Basarnas karena yang bersangkutan memasuki masa pensiun.

"Iya, beliau (Marsda TNI Kusworo) akan memasuki masa pensiun," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 5 Januari 2025. 

Basarnas mengkonfirmasi bahwa mutasi jabatan Kusworo tersebut berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/7/I/2025 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan Di Lingkungan TNI.

Baca Juga: Basarnas, Agus Haryono: Perlu Ada Teknologi yang Mampu Deteksi Korban Tidak Bernyawa di Area Bencana

Melalui keputusan tersebut diketahui juga bahwa Marsda TNI Kusworo sebagai Kepala Basarnas ke-16 itu dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Mabes TNI dalam rangka pensiun.

Kemudian untuk jabatan Kepala Basarnas ke-17 akan diisi oleh Marsda TNI Mohammad Syafii, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Personalia (Asper) Panglima TNI.

Meski demikian, Noer mengungkapkan bahwa pelantikan/serah terima jabatan Kepala Basarnas yang baru ini masih membutuhkan waktu, karena harus melalui proses dari Tim Penilaian Akhir (TPA) yang akan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Basarnas: Operasi SAR Ditutup, Dua Korban Tertimbun Longsor di Kabupaten Sukabumi Dinyatakan Hilang

"Biasanya butuh waktu karena harus proses TPA. Proses TPA ini biasanya sekitar dua bulan," imbuhnya.

Pihaknya memastikan, tugas Basarnas untuk melakukan pertolongan dan pencarian terhadap individu dalam kondisi yang membahayakan/korban bencana di seluruh Kantor SAR se-Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.***

Berita Terkait