DECEMBER 9, 2022
Internasional

Menlu Retno Marsudi: Indonesia Apresiasi Langkah Slovenia Mengakui Negara Palestina

image
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kiri) dan Menlu Slovenia Tanja Fajon (kanan) bertemu di Ljubljana pada Rabu, 26 Juni 2024. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

ORBITINDONESIA.COM - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan apresiasi Indonesia atas keputusan Slovenia untuk mengakui negara Palestina pada 4 Juni lalu.

“Saya sangat apresiasi bahwa Slovenia telah memutuskan untuk berada pada sisi sejarah yang benar. Hal ini menunjukkan kepemimpinan dan konsistensi Slovenia dalam menghormati hukum internasional dan Piagam PBB, termasuk untuk kasus Palestina,” kata Retno Marsudi dalam transkrip pernyataan persnya, usai bertemu Menlu Slovenia Tanja Fajon di Ljubljana, Rabu, 26 Juni 2024.

Retno Marsudi menyebut bahwa Slovenia secara konsisten menyerukan pentingnya gencatan senjata dan pentingnya kelancaran pemberian bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Matangkan Langkah Perlindungan Warga Indonesia di Tengah Krisis Timur Tengah

Slovenia juga ia katakan secara konsisten mendukung kerja badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Dan seperti yang dilakukan Indonesia, Slovenia telah menambah bantuannya kepada UNRWA.

“Slovenia saat ini duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Dalam voting selama ini mengenai Palestina, Slovenia selalu memberikan vote yes,” tutur Menlu Retno.

Sama seperti Indonesia pula, Slovenia memutuskan memberikan advisory opinion di Mahkamah Internasional (ICJ) dan menjadi satu dari sedikit negara anggota Uni Eropa yang mengambil langkah tersebut.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi: Upaya Warga Israel untuk Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Bersifat Sistematis

Slovenia menjadi negara anggota PBB ke-145 dan negara anggota Uni Eropa ke-10 yang mengakui Palestina.

“Dalam pertemuan bilateral, kita sepakat untuk bekerja sama mengupayakan perdamaian dan memperjuangkan hak-hak Palestina,” kata Retno.

Bilateral

Baca Juga: Menlu RI Retno Marsudi Bahas Persoalan Palestina Bersama Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis

Di bidang bilateral, pembicaraan Retno dan Fajon berfokus pada upaya peningkatan kerja sama ekonomi. Dalam lima tahun terakhir, tren perdagangan dan investasi kedua negara terus meningkat.

Dari sisi populasi, jumlah penduduk Slovenia memang kecil, tetapi Slovenia memiliki Pelabuhan Koper yang dapat dijadikan pelabuhan alternatif bagi masuknya barang Indonesia ke Eropa Tengah dan Timur.

“Pengusaha-pengusaha Indonesia juga mulai melakukan kontak bisnis dengan Slovenia,” ujar Retno.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi: Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Harus di Bawah Mandat PBB

Jika melihat angka perdagangan dua negara, Indonesia mencatat surplus yang besar dengan sebagian besar ekspor batu bara.

Dalam pertemuan dengan  Fajon, Retno membahas upaya diversifikasi perdagangan, termasuk di luar commodity-based, seperti kertas, alas kaki, fiber buatan, mesin elektronik, apparel, plastik, buku cetak, kapas, dan kendaraan bermotor.

Kedua menlu juga membahas upaya untuk mempercepat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA), yang diyakini akan membuka pintu yang lebih lebar bagi upaya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Bicara Peran Indonesia sebagai Mediator Perdamaian di Oslo Forum, Norwegia

Retno juga mengundang Slovenia, khususnya para pelaku bisnisnya, untuk hadir dalam 2nd Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) di Jakarta, 7-8 Oktober dan Trade Expo Indonesia (TEI) pada 9-12 Oktober 2024.

Kunjungan Retno merupakan kunjungan pertama Menlu RI setelah 21 tahun yang lalu, yang ditandai dengan kunjungan mantan Menlu Hassan Wirajuda ke Slovenia pada 2003.

Pada Mei tahun lalu, Fajon mengunjungi Indonesia setelah terakhir kali kunjungan Menlu Slovenia pada 2006.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Bersikap Proaktif: Indonesia Minta Finlandia Akui Negara Palestina

“Singkat kata, Slovenia dan Indonesia berusaha untuk menyambung kembali, reconnect hubungan bilateralnya. Tidak saja reconnect tetapi juga bertekad untuk memperkuatnya,” kata Retno.***

Sumber: Antara

Berita Terkait