Hamas Bubarkan Badan Pemerintahannya di Gaza untuk Beri Jalan Bagi Pengambilalihan oleh Komite Nasional Palestina yang Baru

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) baru-baru ini menegaskan komitmen penuhnya untuk menerapkan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dengan semua ketentuannya, dan terus bekerja sesuai dengan itu sampai administrasi Jalur Gaza sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Dalam konteks ini, juru bicara Hamas Hazem Qassem menegaskan bahwa langkah yang bertanggung jawab yang diambil oleh otoritas pemerintah di Jalur Gaza adalah pembubaran Komite Darurat Pemerintah, dan pengunduran diri Ketua dan Wakil Ketua Pelacakan Pemerintah, Profesor Mohammed Abdul Khaleq Al-Farra, dari jabatannya.

Ini merupakan bagian dari persiapan dan pengaturan administratif dan hukum yang diperlukan untuk mentransfer tugas administratif ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Hamas memperingatkan terhadap upaya terus-menerus dari pendudukan Zionis untuk menghambat pelaksanaan kesepakatan dan merusak jalurnya.

Serta upaya Zionis Israel untuk memaksakan realitas kekosongan administratif dengan tujuan memperdalam penderitaan rakyat Palestina, dan menggagalkan upaya untuk memulihkan kehidupan normal di Jalur Gaza.

Hamas meminta para perantara (mediator) dan negara penjamin untuk mengambil tindakan segera, dan menekan pendudukan untuk menghentikan upayanya menghalangi pelaksanaan kesepakatan.

Serta mempercepat memungkinkan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza memasuki Jalur Gaza dan segera menjalankan tugasnya.

Sehingga menggagalkan kesempatan bagi pendudukan Israel, dan memperkuat ketahanan rakyat Palestina, dan mengurangi penderitaan mereka.

Hamas secara mengejutkan menyatakan mundur dari pengelolaan Jalur Gaza demi mematahkan segala dalih agresi militer Israel.

Juru bicara Hazem Qassem, menegaskan langkah baru ini diambil untuk menyudahi perang pemusnahan yang terus melanda warga Palestina.

“Hamas telah mengambil langkah baru dengan tidak lagi bertanggung jawab atas Jalur Gaza, untuk menghilangkan dalih apa pun bagi pendudukan, yang terus melanjutkan agresi dan perang genosida,” kata Hazem Qassem kepada AFP.

Lebih lanjut, Qassem mengungkapkan harapan agar Komite Nasional untuk Administrasi Gaza bisa segera mengambil alih kendali.

Seraya menegaskan kesiapan untuk menyerahkan seluruh tanggung jawab pada pemerintahan demi menjamin keberhasilan komite tersebut. ***