Dari Liburan ke Misi Kemanusiaan: Chaim Fetter Menjual Perusahaannya demi Pendidikan Anak-anak Indonesia

Kolase: Orbit Indonesia

Kolase: Orbit Indonesia

Sosok Inspiratif

Suatu ketika, seorang wisatawan asal Belanda menikmati liburannya di Pulau Lombok. Seperti kebanyakan pelancong, ia datang untuk menyaksikan keindahan alam Indonesia. Namun, di balik pesona pantai dan langit biru, ada pemandangan lain yang tak pernah ia duga akan mengubah jalan hidupnya.

Di sebuah persimpangan jalan, beberapa anak kecil menghampirinya. Mereka mengulurkan tangan, meminta recehan kepada setiap pengendara dan wisatawan yang melintas. Wajah mereka masih belia, tetapi kehidupan telah memaksa mereka bekerja di jalanan, jauh dari ruang kelas dan masa kecil yang seharusnya mereka nikmati.

Wisatawan itu adalah Chaim Fetter. Alih-alih menganggap peristiwa tersebut sebagai bagian dari realitas yang biasa ditemui saat bepergian, ia justru pulang dengan satu pertanyaan yang terus mengusik pikirannya: Bagaimana jika anak-anak itu mendapat kesempatan untuk bersekolah dan tumbuh dalam lingkungan yang layak?

Pertanyaan itu terus bergema di benak Chaim bahkan setelah ia kembali ke Belanda. Wajah-wajah anak yang ditemuinya di jalanan Lombok seolah tak pernah benar-benar meninggalkan ingatannya. Pengalaman singkat selama liburan tersebut perlahan mengubah cara pandangnya tentang makna kesuksesan dan tujuan hidup.

Setelah melalui pergulatan batin yang panjang, Chaim mengambil keputusan besar yang tak banyak orang berani lakukan. Ia menjual perusahaan beserta aset yang dimilikinya untuk membiayai sebuah misi kemanusiaan di Indonesia. Pada 2006, ia kembali ke Lombok dan mendirikan Yayasan Peduli Anak, sebuah organisasi yang menyediakan tempat tinggal, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pendampingan bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan, hidup dalam kemiskinan, atau tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.

Perjalanan membangun yayasan tentu tidak mudah. Dana hasil penjualan aset yang semula menjadi tumpuan perlahan menipis, sementara jumlah anak yang membutuhkan bantuan terus bertambah. Chaim menyadari bahwa kepedulian saja tidak cukup. Sebuah lembaga sosial membutuhkan sumber pendanaan yang berkelanjutan agar dapat terus memberikan pendidikan, tempat tinggal, layanan kesehatan, dan pendampingan bagi anak-anak yang diasuhnya.

Kesadaran itulah yang membawanya kembali ke dunia bisnis. Pada 2014, Chaim bersama beberapa rekannya mendirikan Jualo.com, sebuah marketplace daring yang menjadi salah satu perusahaan rintisan lokal yang berkembang pesat. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan teknologi, Jualo sejak awal mengusung misi sosial. Sebagian keuntungan perusahaan dialokasikan untuk membantu membiayai operasional Yayasan Peduli Anak sehingga aktivitas sosial dapat terus berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada donasi.

Hingga kini, Yayasan Peduli Anak telah berkembang menjadi sebuah kawasan yang menghadirkan rumah berbasis keluarga, sekolah, klinik kesehatan, perpustakaan, serta berbagai program pemberdayaan bagi anak-anak di Lombok. Bagi Chaim, keberhasilan bukan lagi diukur dari besarnya perusahaan yang pernah dimilikinya, melainkan dari banyaknya anak yang kembali memperoleh kesempatan untuk belajar, bermain, dan merancang masa depannya.

Kisah Chaim Fetter membuktikan bahwa sebuah perjalanan kadang tidak hanya membawa seseorang menemukan tempat baru, tetapi juga tujuan hidup yang lebih bermakna.