Box Office Global: The Odyssey Nolan Tembus $263,7 Juta

Deadline

Deadline

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Box office global pekan ini dipimpin telak oleh The Odyssey karya Christopher Nolan dengan pembukaan dunia $263,7 juta. Angka itu menjadi rekor opening terbesar sepanjang karier Nolan, ditopang start luar negeri terbaiknya $140,2 juta dari 73 wilayah dan pembukaan Amerika Utara $123,5 juta.

Terjemahan artikel sumber: Universal menyebut The Odyssey memimpin box office global dengan $263,7 juta, rekor pembukaan bagi Nolan peraih 2 Oscar. Film ini meraih $140,2 juta dari 73 teritori internasional dan $123,5 juta di Amerika Utara, sementara rincian luar negeri disebut tersedia terpisah.

Terjemahan artikel sumber: Di luar dominasi Odysseus yang hampir nomor satu di semua tempat, China tiba-tiba “membesar” di grafik karena musim liburan sedang berjalan. Odysseus belum tayang di China hingga 14 Agustus, sehingga pasar itu diisi tiga blockbuster lokal yang mendorong pergeseran peta pekan ini.

Terjemahan artikel sumber: Kung Fu Soccer karya Stephen Chow berada di posisi global nomor dua berkat pekan kedua di China $73,7 juta dan total berjalan $214,3 juta. Dua judul lokal lain mengalahkan film-film MPA di China, yakni All Wishes Come True (akhir pekan 2 hari $30,6 juta, total $39,6 juta) dan drama A Part of Me (debut $13,6 juta).

Terjemahan artikel sumber: Film Hollywood terlaris di China akhir pekan ini adalah Minions and Monsters dengan $3,6 juta pada pekan ketiga dan total $40,3 juta. China tetap menjadi teritori luar negeri terbesar film itu baik untuk akhir pekan maupun total kumulatif.

Terjemahan artikel sumber: Toy Story 5 menembus $957,3 juta global dan mendekati $1 miliar, dengan domestik $429,87 juta dan luar negeri $527,5 juta. Moana versi live-action meraih akhir pekan global kedua $42,9 juta dan total dunia $177,4 juta, sementara Minions and Monsters mengumpulkan $42,1 juta pada pekan ketiga untuk total $358,4 juta.

Terjemahan artikel sumber: Di Korea Selatan, film alien Hope karya Na Hong-Jin membuka $16,4 juta termasuk preview dan menguasai akhir pekan, sedangkan Minions and Monsters baru masuk dengan pembukaan $2,6 juta. Evil Dead Burn mencatat akhir pekan global $12,8 juta dan Obsession masih bertahan di 10 besar dengan total dunia $442,1 juta, sementara The Invite punya total global $26,4 juta pada pekan keempat.

Keyword utama “box office global” pekan ini pada dasarnya adalah satu kata: The Odyssey. Dengan $263,7 juta, film Nolan bukan sekadar menang, tetapi menciptakan jarak ekstrem yang membuat peringkat lain tampak seperti kompetisi berbeda.

Yang paling menonjol adalah komposisi pendapatan: $140,2 juta internasional versus $123,5 juta domestik. Ini menandai bahwa daya tarik Nolan kian “global-first”, bukan lagi bergantung pada Amerika Utara sebagai mesin utama.

Namun grafik pekan ini juga mengungkap cerita lain: China hadir besar meski The Odyssey belum tayang sampai 14 Agustus. Artinya, panggung box office global bisa berubah total ketika pasar terbesar kedua dunia masuk, apalagi saat musim liburan.

Kung Fu Soccer menjadi bukti bahwa film lokal China kini bisa mengangkat peringkat global tanpa bantuan rilis luas internasional. Pekan kedua $73,7 juta dan total $214,3 juta menunjukkan stamina, bukan sekadar ledakan pembukaan.

Menariknya, All Wishes Come True mencetak $30,6 juta hanya dalam akhir pekan 2 hari dan total $39,6 juta sejak 18 Juli. Artikel sumber bahkan menyinggung skor Maoyan 9,7, sinyal kuat dari word of mouth yang biasanya berkorelasi dengan penurunan yang lebih “ramah”.

Di sisi lain, A Part of Me membuka $13,6 juta dan langsung masuk tiga besar China. Ini menegaskan bahwa drama berfokus karakter pun bisa ikut “panen” ketika kalender liburan memperlebar selera pasar.

Kontrasnya terasa pada film Hollywood di China, karena pemimpin akhir pekan hanya Minions and Monsters dengan $3,6 juta. Meski total $40,3 juta masih besar, gap dengan tiga judul lokal memperlihatkan tantangan Hollywood dalam membaca momentum budaya dan jadwal rilis.

Toy Story 5 memberi pelajaran berbeda tentang ketahanan waralaba global. Dengan $957,3 juta, film ini tinggal selangkah dari $1 miliar, dan bahkan unggul tipis di Amerika Utara YTD dengan $429,87 juta atas Super Mario Galaxy Movie $429,81 juta.

Moana live-action stabil di pekan kedua dengan $42,9 juta dan total $177,4 juta. Penyebaran performanya yang disebut kuat di Prancis, Jerman, Australia, dan Korea menunjukkan model “akumulasi” yang mengandalkan banyak pasar menengah, bukan satu wilayah super-dominan.

Minions and Monsters mengumpulkan $42,1 juta di pekan ketiga dan mencapai $358,4 juta global. Masuknya Korea dengan pembukaan $2,6 juta di 1.043 layar serta skor CGV Egg 94% memberi sinyal film ini masih punya napas panjang, meski harus berbagi ruang dengan juara lokal.

Kasus Korea Selatan menjadi pengingat bahwa pasar tertentu punya “penjaga gerbang” lokal yang sangat kuat. Hope membuka $16,4 juta termasuk preview dan mengunci perhatian, membuat strategi menunda atau menghindari tabrakan jadwal menjadi keputusan bisnis yang rasional.

Dominasi The Odyssey mengesankan, tetapi juga mengandung risiko naratif industri: ketergantungan pada segelintir event movie. Ketika satu judul menyapu layar dan percakapan publik, film menengah bisa kehilangan oksigen pemasaran dan jam tayang.

Ledakan China pekan ini memperlihatkan bahwa “global” bukan berarti seragam, melainkan mozaik kalender lokal. Hollywood bisa saja memimpin di 70+ teritori, tetapi satu pasar yang belum masuk dapat mengubah persepsi kemenangan menjadi sementara.

Keberhasilan Kung Fu Soccer dan All Wishes Come True juga menantang asumsi lama bahwa film lokal hanya kuat di kandang. Saat pendapatan domestik China sudah cukup untuk mengangkat peringkat global, pusat gravitasi box office bergeser dari distribusi internasional ke kekuatan pasar internal.

Di sisi lain, Toy Story 5 dan Moana menunjukkan bahwa waralaba keluarga tetap menjadi “aset defensif” saat kompetisi tajam. Mereka tidak selalu menang telak, tetapi konsisten menumpuk angka lintas negara, dan konsistensi sering lebih berharga daripada sensasi seminggu.

Pertanyaan yang tersisa adalah apakah strategi rilis akan semakin dipandu oleh “menghindari” pasar tertentu saat film lokal sedang puncak. Jika iya, box office global akan makin mirip permainan catur, bukan lagi lomba lari satu garis.

Pekan ini membuktikan bahwa box office global bukan hanya soal siapa nomor satu, tetapi soal kapan sebuah pasar ikut bermain. The Odyssey menang besar sekarang, tetapi babak China pada 14 Agustus berpotensi menulis ulang peta persaingan.

Di tengah rekor, kita melihat sinyal yang lebih dalam: kekuatan lokal China, ketahanan waralaba keluarga, dan pasar Korea yang sulit “ditaklukkan” tanpa strategi. Pada akhirnya, industri film sedang belajar bahwa penonton dunia tidak bergerak serempak, dan kemenangan global harus dibaca sebagai rangkaian gelombang, bukan satu ombak tunggal. (Orbit dari berbagai sumber, 31 Juli 2026)