DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Heru Margianto: Mungkinkah Kita Mengikuti Yesus Tanpa Harus Menganut Agama Kristen

image
Petrus dan Andreas saat menjala ikan dan bertemu Yesus

“Wahai Arjuna Putra Pandu, setelah meraih pengetahuan sejati dan tercerahkan, kau tidak akan bingung lagi. Kau akan merasakan kesatuan kemanunggalan dengan semua mahluk, dan selanjutnya melihat semua di dalam diri-Ku,” kata Sri Krishna.

Pengalaman yang sama juga dikisahkan Jalaluddin Rumi, seorang Sufi yang banyak menghabiskan hidupnya di Turki sekitar tahun 1200 Masehi dalam syairnya tentang Kekasih.

Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih dan mengetuk pintu.

Baca Juga: Badai Terjang New York, 27 Orang Bahkan Lebih Dilaporkan Meninggal

Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”!
Dia menjawab, “Ini aku.”
Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”
Pintu tetap tertutup. Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya,
“Siapa di sana?”
Dia berkata, “Inilah Engkau.”

Maka sang pintu pun terbuka untuknya.

Baca Juga: Alchemy of Souls 2 Menerima Tanggapan Positif dari Penonton, Sesudah Sempat Ragu

Perkataan Yesus bahwa “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” bukan hanya dimengerti sebagai keistimewaan pribadi Yesus yang diimani kekristenan sebagai Tuhan, tapi juga sebuah panggilan agar setiap manusia di muka bumi memiliki kesadaran yang sama bahwa sesungguhnya kita semua ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita.

Panggilan universal

Panggilan Yesus itu bersifat universal ditujukan kepada semua manusia di muka bumi. Panggilan itu pun sejatinya juga kerinduan semua manusia yang mendambakan kebahagiaan hidup.

Halaman:

Berita Terkait