DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Amir Uskara: Dilema Ekonomi Dunia di Tengah Populasi 8 Miliar

image
Dr. H.M. Amir Uskara, Anggota DPR RI Fraksi PPP.

Ya. Di beberapa negara Eropa, jumlah penduduk justru makin berkurang. Sayangnya, berkurangnya penduduk di sebagian negara-negara tersebut, masih kalah jauh dibanding penambahan penduduk di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. Walhasil, penduduk dunia pun makin bertambah.

Di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika, Jerman, dan Prancis jumlah penduduk relatif stagnan. Bahkan mengalami pertumbuhan negatif yang serius seperti Jepang dan Spanyol.

Kondisi ini, menimbulkan anomali. Negera maju dengan prosentase penduduk global kecil, tapi menguras sumber daya alam (SDA) yang amat besar.

Gaya hidup penduduk negera maju dengan konsumsi berlebihan akan menjadi masalah besar bagi iklim dan lingkungan hidup manusia.

Baca Juga: Inilah Partai Final Piala Dunia 2022 Qatar Paling Ideal yang Bisa Kamu Pilih

Kita tahu, pengaruh global warming dan kerusakan lingkungan hidup sifatnya menyeluruh; saling terkait karena samudera dan udara tak bisa dikerangkeng.

Dampaknya planet bumi – pinjam David Suzuki -- “meregang nyawa”. Dari situlah kita memahami ucapan Mahatma Gandhi di atas, bumi tidak mampu untuk memenuhi keserakahan manusia.

Berdasarkan laporan Worldometers, ada 10 negara penyumbang populasi terbanyak di dunia. Yaitu Tiongkok: (1,45 Miliar penduduk), India (1,41 M), Amerika Serikat (335,67 Jt) Indonesia (280,56 Jt), Pakistan (231,56 Jt), Nigeria (219,02 Jt), Brasil (216,2 juta orang), Bangladesh (168,67), Rusia (146,08 juta), dan Meksiko (132,22 Juta).

Celakanya, sebagian besar populasi negara-negara tersebut masih berkubang dalam lumpur kemiskinan. Termasuk penduduk Tiongkok, India, dan Amerika.

Baca Juga: Bikin Eliezer Geleng Kepala, Sambo Ngaku Cuma Suruh Hajar Brigadir Joshua

Halaman:

Berita Terkait