PT KAI Investasi Rp10,79 T untuk Pengadaan Sarana Kereta Api di PT INKA
- Penulis : Dody Bayu Prasetyo
- Kamis, 20 Maret 2025 11:20 WIB

ORBITINDONESIA.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI berkomitmen mendukung industri perkeretaapian nasional melalui kerja sama dengan PT INKA (Persero) dengan total investasi mencapai Rp10,79 triliun.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis jangka panjang guna memenuhi kebutuhan layanan transportasi kereta api yang terus berkembang serta mendukung industri dalam negeri melalui investasi terhadap produk-produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi.
"Investasi ini merupakan yang terbesar untuk pengadaan sarana perkeretaapian dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan," kata Didiek dikutip dari keterangan resmi PT KAI di Jakarta, Kamis, 20 Maret 2025.
Baca Juga: PT KAI Daop 1 Jakarta Tutup 40 Perlintasan Kereta Liar Sejak 2023 Karena Membahayakan
Lebih lanjut, Didiek mengatakan investasi ini juga sejalan dengan kebutuhan atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2025-2029 yang menargetkan pertumbuhan volume penumpang dan angkutan barang.
"Kami proyeksikan volume penumpang jarak jauh meningkat sebesar 10,6 persen, sementara penumpang KA lokal diperkirakan naik 9,9 persen. Untuk angkutan barang, kami melihat potensi peningkatan dari proyek Sumbagsel sebesar 27,8 juta ton, Tarahan II sebesar 18,0 juta ton, dan ekspansi Kertapati sebesar 7,0 juta ton. Dengan investasi ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan," jelasnya.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba melanjutkan, salah satu investasi besar KAI Group dengan INKA adalah pengadaan 612 unit kereta SS new generation untuk program Replacement Tahun 2023-2026.
Baca Juga: Anne Purba: PT KAI Siapkan 3,4 Juta Tiket Kereta Api Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran
Adapun total nilai kontrak pengadaan kereta SS new generation mencapai Rp5,5 triliun.
Selain itu, KAI juga melakukan pengadaan 10 unit kereta luxury dengan kapasitas 26 kursi, serta mengalokasikan satu unit kereta luxury tambahan sebagai cadangan untuk perawatan. Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury ini mencapai Rp161,16 miliar.
Tak hanya itu, KAI Group melalui anak usahanya, KAI Commuter juga turut berkontribusi dalam peningkatan TKDN melalui pengadaan sarana Commuter Line.
Baca Juga: PT KAI Daop 1 Jakarta Tambah Kapasitas Tempat Duduk Sebesar Dua Persen untuk Periode Lebaran
KAI Commuter telah menjalin kerja sama dengan PT INKA (Persero) untuk pengadaan sarana Commuter Line baru dan retrofit dengan total investasi mencapai Rp4,07 triliun.