Dokter Tegaskan Informasi Air Galon Sebabkan Kemandulan Pembodohan Publik
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Selasa, 04 Maret 2025 10:33 WIB

ORBITINDONESIA.COM -- Infertilitas dan kaitannya dengan Bisphenol A (BPA) yang menjadi bahan pembentuk galon polikarbonat kerap dituding sebagai salah satu penyebab infertilitas atau kemandulan. Padahal, tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa mengonsumsi air dari galon polikarbonat bisa mempengaruhi kesuburan seseorang.
"Sampai sejauh ini yang dibilang kasus mandul karena minum dari kemasan galon itu tidak ada. Selama saya praktik 15 tahun belum pernah menerima keluhan soal kemandulan akibat minum air dari galon polikarbonat," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Abraham Dian Winarto.
Anggota perkumpulan ginekologi Indonesia (POGI) ini memastikan bahwa air dalam galon polikarbonat bukan penyebab infertilitas atau kemandulan serta gangguan kesehatan lainnya. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk mengonsumsi air dari kemasan pangan tersebut.
Baca Juga: Pakar Teknologi Pangan Heran Framing Bahaya BPA di Kemasan Air Galon Terus Didorong
"Intinya suatu air kemasan yang beredar apalagi bermerek tentunya sudah melalui prosedur yang ketat dari BPOM sehingga pasti aman," tegasnya.
Sejumlah praktisi medis bahkan menyebut bahwa meminum air dari galon polikarbonat dapat menyebabkan kemandulan merupakan pembodohan publik. Masyarakat pun diimbau agar tidak terpengaruh dengan informasi yang menyebutkan bahwa meminum air galon dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
"Minum air galon jadi mandul, itu kan satu pembodohan," kata pakar kesehatan reproduksi, dokter Mohammad Caesario.
Baca Juga: Pakar Pastikan Sinar Matahari di Indonesia Tak Picu Migrasi BPA pada Galon Air Minum Guna Ulang
Dia menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara meminum air dari galon dengan gangguan reproduksi manusia. Artinya, sangat aman meminum air dari galon polikarbonat untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Yang berbahaya justru apabila tubuh kekurangan cairan.
"Dari dulu kan kita juga research, kita butuh air kan untuk metabolisme tubuh kita," katanya.
Memang, untuk menjaga keamanan dan keselamatan, BPOM memberikan ambang batas paparan BPA sebesar 0,01 bpj (10 mikrogram/kg berat tubuh) perhari.
Baca Juga: Penelitian 3 Kampus Ternama Bantah Ada Zat Berbahaya di Air Minum, Isu BPA Pada Galon Hanya Hoaks
Hal ini mengingat BPA tidak hanya berada pada galon polikarbonat saja tetapi pada produk sehari-hari lainnya, seperti kertas print, perangkat otomotif, tutup botol, CD, peralatan elektronik bahkan kemasan makanan kaleng, persediaan medis dan lain-lain.
Meski demikian, BPOM yang mengutip penelitian internasional menunjukkan bahwa penggunaan kemasan polikarbonat termasuk galon secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA. Artinya, menggunakan galon polikarbonat sebagai wadah air minum masih aman karena tidak menimbulkan masalah kesehatan apapun.
Staf teknis komunikasi transformasi kesehatan kementerian kesehatan (kemenkes) Dokter Ngabila Salama meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena meminum air dari galon polikarbonat tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan.
Baca Juga: Kelakar Dr Tirta Terkait Isu Bahaya BPA dalam Galon Polikarbonat yang Dianggapnya Sangat Aneh
Apalagi, tiga penelitian terakhir yang dilakukan Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Makassar (UIM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak mendapati migrasi BPA dari galon ke dalam air minum.
"BPA aman, selama tidak bermigrasi ke manusia dalam jumlah tinggi melebihi ambang batas normal," kata Ngabila yang juga ahli kesehatan masyarakat.***