DECEMBER 9, 2022
Internasional

Tiga Tahun Perang 2022-2025: Serba-serbi Perkembangan Terkini Perundingan Damai Ukraina - Rusia

image
Sejumlah dubes asing di Jakarta berfoto bersama di depan papan solidaritas #StandWithUkraine di Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

ORBITINDONESIA.COM - Perang antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung selama tiga tahun sejak dimulainya agresi militer Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lama itu telah menimbulkan kehancuran di berbagai sektor di Ukraina.

Sementara itu, menyusul kepemimpinan baru di AS, Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk merundingkan upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Baca Juga: Delegasi AS dan Rusia Mulai Perundingan Perang Ukraina di Riyadh, Arab Saudi

Pembicaraan kedua pemimpin itu ditindaklanjuti oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu AS Marco Rubio dan Menlu Sergey Lavrov di Riyadh, Arab Saudi pada 18 Februari 2025 dengan hasil “sangat bermanfaat,” dan ada penekanan bahwa kedua pihak mulai “mendengarkan dan memahami satu sama lain.” 

Baik Moskow maupun Washington berkomitmen untuk segera menunjuk duta besar di masing-masing ibu kota serta bekerja menuju penghapusan hambatan yang mengganggu operasional kedutaan mereka.

Perundingan bilateral yang bertujuan menormalkan hubungan diplomatik itu juga membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina, selain pemulihan konsultasi mengenai tantangan geopolitik, serta penghapusan hambatan terhadap kerja sama ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Menlu AS Marco Rubio: Rusia Tak Terpisahkan dalam Upaya Akhiri Konflik Ukraina

Sayangnya, perundingan tersebut tidak melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Dalam perkembangan upaya damai baru-baru ini, beberapa pihak memberikan respons mereka dalam rangka mendukung penyelesaian konflik. Berikut adalah informasi terbaru terkait upaya penyelesaian perang Ukraina-Rusia, dikutip dari berbagai sumber.

1. Gedung Putih: Perdamaian Rusia-Ukraina akan terwujud minggu ini

Presiden AS Donald Trump yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dapat dicapai dalam beberapa hari ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, di Washington DC, Sabtu, 22 Februari 2025.

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Batal ke Arab Saudi di Tengah Pertemuan Rusia-AS di Riyadh

"Saat ini Presiden, timnya sangat fokus pada negosiasi lanjutan dengan kedua belah pihak dalam perang ini untuk mengakhiri konflik. Dan presiden sangat yakin kita dapat menyelesaikannya minggu ini," kata Leavitt.

Leavitt juga mengatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent telah terlibat dalam diskusi tentang kesepakatan yang diusulkan oleh Ukraina untuk memanfaatkan mineral mentah. "Menteri Bessent telah terlibat dalam negosiasi dengan Ukraina terkait hal itu," katanya.

2. Zelensky siap mundur demi perdamaian Ukraina

Baca Juga: Wow, Wapres AS JD Vance Sebut Ukraina Tak Punya Peluang Menang Melawan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu, 23 Februari 2025 menyuarakan kesiapan untuk mundur dari jabatannya demi tercipta perdamaian di Ukraina dan bergabungnya negara itu sebagai anggota NATO. 

"Jika perdamaian dapat terwujud bagi Ukraina, jika pengunduran diri saya benar-benar dibutuhkan, saya siap. Saya akan menukarnya dengan (keanggotaan) NATO jika syarat itu diusulkan. Tanpa penundaan," ungkap Zelensky dalam konferensi pers di Kiev.

Kiev sedang mencari jaminan keamanan alternatif, termasuk keanggotaan Uni Eropa (UE) untuk jaminan keamanan ekonomi dan pendanaan eksternal bagi militer Ukraina yang beranggotakan 800.000 personel jika Ukraina tidak diterima menjadi anggota NATO, urai Zelensky. 

Baca Juga: Elon Musk: Presiden Ukraina Zelenskyy Harus Gelar Pemilu untuk Buktikan Diri Bukan Diktator

Pemimpin Ukraina tersebut menyampaikan bahwa dirinya akan menuntut jaminan keamanan yang jelas bagi Ukraina dalam kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat.

3. NATO tegaskan kembali dukungan bagi Ukraina

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Senin, 24 Februari 2025 menegaskan kembali dukungan aliansi militer tersebut terhadap Ukraina pada peringatan tiga tahun perangnya dengan Rusia.

Baca Juga: Partai BSW: Tentara Jerman Tidak Boleh Dikirim ke Ukraina, Bisa Picu Perang Besar dengan Rusia

"NATO akan terus mendukung dan berdiri bersama Ukraina," kata Mark Rutte di X, seraya menekankan "vitalitas" dalam memastikan "perdamaian yang adil dan abadi."

Rutte mengatakan NATO telah mendukung Ukraina "sepanjang perang agresi brutal Rusia untuk mempertahankan semangat merebut kebebasan," dengan memasok senjata, peralatan, dan pelatihan.

"Sekutu Eropa siap dan bersedia melakukan bagian mereka - termasuk dengan jaminan keamanan yang kuat dan lebih banyak bantuan keuangan," imbuhnya.***

Halaman:

Berita Terkait