DECEMBER 9, 2022
Internasional

Tiga Tahun Perang 2022-2025: Serba-serbi Perkembangan Terkini Perundingan Damai Ukraina - Rusia

image
Sejumlah dubes asing di Jakarta berfoto bersama di depan papan solidaritas #StandWithUkraine di Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

Leavitt juga mengatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent telah terlibat dalam diskusi tentang kesepakatan yang diusulkan oleh Ukraina untuk memanfaatkan mineral mentah. "Menteri Bessent telah terlibat dalam negosiasi dengan Ukraina terkait hal itu," katanya.

2. Zelensky siap mundur demi perdamaian Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu, 23 Februari 2025 menyuarakan kesiapan untuk mundur dari jabatannya demi tercipta perdamaian di Ukraina dan bergabungnya negara itu sebagai anggota NATO. 

Baca Juga: Delegasi AS dan Rusia Mulai Perundingan Perang Ukraina di Riyadh, Arab Saudi

"Jika perdamaian dapat terwujud bagi Ukraina, jika pengunduran diri saya benar-benar dibutuhkan, saya siap. Saya akan menukarnya dengan (keanggotaan) NATO jika syarat itu diusulkan. Tanpa penundaan," ungkap Zelensky dalam konferensi pers di Kiev.

Kiev sedang mencari jaminan keamanan alternatif, termasuk keanggotaan Uni Eropa (UE) untuk jaminan keamanan ekonomi dan pendanaan eksternal bagi militer Ukraina yang beranggotakan 800.000 personel jika Ukraina tidak diterima menjadi anggota NATO, urai Zelensky. 

Pemimpin Ukraina tersebut menyampaikan bahwa dirinya akan menuntut jaminan keamanan yang jelas bagi Ukraina dalam kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Menlu AS Marco Rubio: Rusia Tak Terpisahkan dalam Upaya Akhiri Konflik Ukraina

3. NATO tegaskan kembali dukungan bagi Ukraina

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Senin, 24 Februari 2025 menegaskan kembali dukungan aliansi militer tersebut terhadap Ukraina pada peringatan tiga tahun perangnya dengan Rusia.

"NATO akan terus mendukung dan berdiri bersama Ukraina," kata Mark Rutte di X, seraya menekankan "vitalitas" dalam memastikan "perdamaian yang adil dan abadi."

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Batal ke Arab Saudi di Tengah Pertemuan Rusia-AS di Riyadh

Rutte mengatakan NATO telah mendukung Ukraina "sepanjang perang agresi brutal Rusia untuk mempertahankan semangat merebut kebebasan," dengan memasok senjata, peralatan, dan pelatihan.

Halaman:

Berita Terkait