DECEMBER 9, 2022
Internasional

Qatar Berhasil Mediasi Kesepakatan Kembalinya Warga Palestina ke Gaza Utara

image
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari (Foto: Doha News)

Pernyataan Netanyahu mencatat bahwa Tel Aviv telah menerima daftar dari Hamas yang merinci status semua sandera yang akan dibebaskan pada fase pertama.

"Berdasarkan kesepakatan, Israel akan mengizinkan warga Gaza untuk kembali ke bagian utara jalur tersebut mulai besok pagi (Senin)," tambahnya.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara tentara Israel Avichay Adraee menyatakan bahwa warga Palestina akan diizinkan kembali dengan berjalan kaki ke Gaza utara melalui jalur Netzarim (tengah) dan Jalan Al-Rashid (barat) mulai pukul 07.00 waktu setempat (0500GMT).

Baca Juga: Donald Trump Berharap Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Sandera Israel-Hamas Bisa Bertahan

Ia menambahkan bahwa perjalanan menggunakan kendaraan ke Gaza utara akan diizinkan setelah pemeriksaan melalui Jalan Salah Al-Din (timur) mulai pukul 09.00 (0700GMT).

Adraee memperingatkan agar tidak "mendekati pasukan tentara Israel di posisi atau penempatan mereka di wilayah Gaza selatan, dekat perbatasan Rafah, atau di wilayah Koridor Philadelphi."

Ia juga mengingatkan agar tidak "berenang, memancing, menyelam, atau memasuki laut dalam beberapa hari ke depan."

Baca Juga: Hidayat Nur Wahid: Gencatan senjata Israel-Hamas Tidak Lupakan Kejahatan Israel Terhadap Warga Gaza

Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata selama enam pekan di Gaza mulai berlaku pada 19 Januari, menghentikan perang genosida Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 111.400 orang sejak 7 Oktober 2023.

Kesepakatan gencatan senjata tiga fase ini mencakup pertukaran tahanan dan ketenangan yang berkelanjutan, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, disertai kehancuran yang luas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak orang lanjut usia, perempuan, dan anak-anak.

Baca Juga: Hamas Rilis 3 Nama Warga Israel yang Akan Bebas Sesuai Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu untuk Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Halaman:

Berita Terkait