Friday, Apr 4, 2025
Orbit Indonesia

Erros Djarot: Jokowi, Dari Zero ke Hero, Jangan Sebaliknya

image
Erros Djarot tentang Jokowi.

Krisis moneter ‘98 pun terjadi dan berhasil melumpuhkan kekuasaan Suharto yang selama berkuasa menggunakan juga dunia finansial sebagai senjata politik utamanya.

Dalam situasi krisis ini, para menteri yang sempat dikenal sebagai orang dekat dan pendukung-pembantu setia Suharto, adalah kumpulan politisi yang justru turut mendorong percepatan lengsernya Jenderal besar Suharto dari kekuasaannya.

Sejumlah anak didik inti dalam institusi politik Orde Baru, satu-persatu menusukkan pisau politik ke tubuh sang Jenderal Besar dari belakang.

Baca Juga: PT KAI Siapkan Langkah Hukum dalam Kecelakaan Kereta Api Brantas, Sopir Truk Dilaporkan?

Massa rakyat yang lama berjuang menumbangkan rezim Orde Baru dan massa rakyat pendukung rezim Orde Baru pun, bersatu dalam barisan rakyat yang dengan lantang meneriakkan tuntutan..Turunkan Suharto…Adili Suharto…!!! dan sejenisnya.

Amok massa dengan suara geram penuh amarah menggema di langit seantero bumi Nusantara, terdengar mirip sebagaimana teriakan massa rakyat turun ke jalan di tahun 1965.

Dengan catatan singkat di atas tentang sejarah politik massa rakyat dan realita politik kekuasaan di negeri ini, sebaiknyalah hal ini menjadi bahan renungan bagi para pemimpin kita hari ini dan yang akan datang.

Dukungan massa rakyat yang hari ini begitu membahana, bisa saja dalam sehari berbalik menjadi kumpulan manusia yang berteriak menyuarakan hal yang berbalik, 180 derajat. Apa lagi ketika politik segregasi dan politik identitas yang disertai menjamurnya institusi politik massa rakyat yang bernama Relawan, begitu tumbuh subur menjamur.

Baca Juga: Belajar dari Pengalaman Titanic, Icon of the Seas, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Akan Berlayar Dengan Aman

Tak ada yang sungguh-sungguh rela…karena mereka dengan kesadaran tinggi mengadopsi jargon…there is NO free lunch in politic..alias tak ada makan siang gratis di dunia politik!

Halaman:

Berita Terkait