Kritik Pedas Ade Armando: PDIP Berhentilah Bersikap Arogan
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Jumat, 05 Mei 2023 07:35 WIB

PDIP memang partai besar, tapi apa yang terjadi tidak akan bisa meningkatkan suara mereka lebih tinggi lagi dari yang sudah dicapai sekarang. Ya sekitar 20 persenan lah, atau bahkan lebih rendah dari itu.
Namun, buat saya, yang paling harus dikuatirkan adalah efeknya terhadap pencalonan Ganjar. Hasil-hasil survei menunjukkan Ganjar berpeluang besar untuk menang. Tapi keunggulannya sebenarnya tidak terlalu meyakinkan.
Misalnya saja kita bisa melihat hasil survey Indikator yang dirilis akhir April. Indikator mula-mula menyajikan perolahan suara masing-masing kandidat, kalau yang maju ada tiga nama, Ganjar, Anies dan Prabowo.
Baca Juga: SEA Games 2023: Indonesia Melawan Myanmar, Brace Ramadhan Sananta Bawa Garuda Ke Puncak Klasemen
Dalam pertarungan antar tiga capres, suara Ganjar berada paling atas. Ganjar memperoleh 34,0 persen. Prabowo 31,7 persen. Dan Anies 25,2 persen.
Tapi kalau kemudian mengerucut menjadi cuma dua nama, hasilnya berubah. Kalau pertarungannya cuma menyisakan Ganjar versus Anies, yang menang Ganjar
Kalau Prabowo versus Anies, yang menang Prabowo. Tapi kalau Ganjar versus Prabowo, yang menang Prabowo. Jadi yang terjadi adalah seperti kasus Ahok versus Anies dulu saat Pilgub DKI 2017.
Ketika cagubnya ada tiga, Ahok berada di atas Anies dan AHY. Tapi keadaan berubah ketika Pilgub berlangsung dua putaran, karena suara Ahok tidak melampaui 50 persen.
Baca Juga: Danny Welbeck Siap Jalankan Misi Balas Dendam Pada Man United di Laga Tunda Pekan ke 28 Liga Inggris
Dalam putaran kedua, terjadi konsolidasi. Para pendukung AHY yang kalah di putaran pertama bergabung dengan pendukung Anies. Akibatnya Ahok kalah cukup signifikan.