DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Inilah Masjid Rahmatan Lil Alamin di Surabaya Jawa Timur yang Bernuansa Kabah

image
asjid Rahmatan Lil Alamin di Jalan Kalibutuh Surabaya, Jawa Timur punya model bangunan yang terinspirasi dari Kabah.

ORBITINDONESIA.COM - Azan sholat Isya berkumandang Kamis 23 Maret 2023 malam. Jamaah mulai berdatangan.Ada yang satu per satu, ada juga yang bersama dengan keluarga, tetangga maupun rekan mereka.

Tujuan merekaa sama, ke Masjid Rahmatan Lil'Alamin di Jalan Kalibutuh Timur Gang Lebar RT 9 / RW 7, Kecamatan Bubutan Surabaya.

Malam itu adalah malam kedua jamaah menunaikan shalat Isyak yang dilanjutkan shalat Tarawih. Di kalender Hijriah, tanggalnya masih 1 Ramadhan 1444 H, atau hari pertama berpuasa.

Baca Juga: Pengamat Slamet Rosyadi: Larangan Pejabat Negara Buka Bersama Mendukung Transisi Menuju Endemi

Tak hanya jamaah pria dewasa dan wanita, ada beberapa dari mereka anak-anak yang mengenakan sarung, berkopiah dan bergegas saat menuju masjid.

Setelah iqamah, para jamaah mulai berdiri dan menata shaf. Di sisi kanan adalah jamaah pria, sedangkan jamaah wanita di sisi kiri. Tirai warna krem yang tingginya sekitar 160 centimeter menjadi pemisah antara jamaah pria dan wanita.

Para jamaah terlihat khusyuk menunaikan shalat Isyak, lalu dilanjutkan Tarawih 23 rakaat yang diimami oleh Ustaz Wildan Zuhri. Sang ustaz saat itu juga berkesempatan menyampaikan khutbahnya. Ia berceramah tentang prinsip ibadah dalam hidup manusia sekitar 15 menit.

Dia mengingatkan ibadah seorang manusia harus dilakukan dengan tulus atau dianalogikan seperti meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam keadaan genting. "Seorang kalau kepepet doanya serius. Artinya, shalat dan puasa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, seperti waktu kepepet itu," ujarnya.

Beberapa jamaah wanita juga ada yang menjalankan ibadah shalat tarawih di area bagian luar masjid,  atau di lapangan, yang posisinya di belakang shaf pria.

Lantai dua pun demikian, jamaah pria dan beberapa jamaah wanita melaksanakan shalat dari sana. Shalat tarawih berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar 20.25 WIB
 
Menyerupai Kabah

Ustaz Wildan Zuhri memimpin para jamaah beribadah di Masjid Rahmatan Lil'Alamin. Dari dalam sama seperti masjid pada umumnya, tapi dari luar bangunannya menyerupai Ka'bah di Makkah.

Dari luar, warna cat di dinding-dinding masjid juga hitam dan terdapat corak-corak keemasan.

Di kanan kiri bangunan adalah rumah warga. Jalan depannya juga tidak seberapa lebar karena memang berada di dalam gang. Kabel-kabel listrik terlihat melintang di atas pintu masuk masjid.

Masjid Rahmatan Lil'Alamin terletak di jalan paling ujung gang. Tepat di antara jalan pertigaan, di dekat Balai RW setempat. Di seberangnya ada lapangan yang biasa digunakan menampung jamaah bila di area dalam masjid sudah penuh.

Pagar luar masjid berbahan dari stainless steel. Tepat di dekat pintu pagar terdapat kotak amal warna putih berbentuk rumah-rumahan bertuliskan "Amal Jariyah".

Ketika masuk bangunan, interior masjid nampak megah. Ukiran-ukiran khas dimunculkan, lengkap dengan warna coklat muda. Lantainya berbahan keramik dari granit.

Tiga kipas angin gantung terpasang di dinding, dua di shaf pria dan satu lagi di shaf wanita. Jam digital penunjuk waktu shalat menggantung tepat di area mimbar dan akan berbunyi ketika waktu shalat sudah tiba.

Dua kaligrafi Al Quran terpasang di dinding bagian shaf wanita. Lampu gantung bercorak berlian menggantung di atas mimbar imam.

Ada juga empat pasang lampu hias yang menempel pada bagian atap masjid. Modelnya mewah, warnanya cokelat keemasan berpadu dengan kokohnya lima pilar di sana.

Ada juga mimbar kayu berwarna cokelat sebagai tempat imam berceramah, semakin menambah kesan mewah pada masjid dua lantai itu.

Mulai 2020

"Tahun 2020, ada pemilik rumah, dia ini ahli waris dan menginginkan tanahnya diwakafkan sehingga menghubungi tokoh kampung dan agama di sini," kata Ketua RT setempat, yang juga seorang wakil ketua takmir di Masjid Rahmatan Lil'Alamin, Izzudin.

Setelah rencana pembangunan disetujui, warga setempat segera membentuk panitia pembangunan masjid dan dilanjutkan dengan menggelar musyawarah di Balai RW setempat.

Melalui proses urun rembuk itu, kemudian diperoleh kesimpulan bahwa warga ingin konsep berbeda pada bangunan gedung masjidnya, namun tetap kental akan nuansa Islam.

Pembahasan terus dilakukan, hingga akhirnya muncul kesepakatan bahwa gedung masjid yang akan dibangun mengambil konsep Ka'bah. "Akhirnya ada yang usul bagaimana kalau dibentuk model Ka'bah, karena di sekitar sini belum ada (masjid dengan model bangunan Ka'bah). Akhirnya, disepakati oleh para panitia pembangunan waktu itu," ucapnya.

Pembangunan Masjid Rahmatan Lil'Alamin mulai dilaksanakan pada tahun 2020, mengandalkan dana swadaya, hasil sumbangan masyarakat setempat maupun donatur.

Panitia pembangunan masjid rutin berkeliling kampung demi mendapatkan dana yang cukup untuk pembangunan. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Jumat.

Niatan itu disambut rasa antusias warga yang begitu besar untuk memiliki tempat ibadah di dekat lokasi tempat tinggalnya.

Setiap Jumat panitia pembangunan berkeliling kampung untuk mengambil dana sumbangan warga yang ditempatkan pada sebuah kaleng, mulai RT 1 hingga RT 10. Dana yang terkumpul per minggu berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Pada akhir pekan, kegiatan serupa dilakukan, namun panitia pembangunan menyasar pasar di sekitaran lokasi masjid untuk mengumpulkan dana sumbangan. Rata-rata panitia mampu mengumpulkan dana sumbang dari pasar sebesar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Tidak hanya rutin berdonasi, warga setempat rutin mengikuti kerja bakti pembangunan masjid. Mereka juga turut memberikan sumbangan berupa konsumsi. "Jadi menjelang puasa 2020 kami mulai membersihkan (tanah wakaf dari sisa reruntuhan rumah) dan waktu puasa kami bangun pondasi," ucapnya.

Butuh waktu sekitar tiga tahun untuk benar-benar merampungkan proses pembangunan,  termasuk dengan pengerjaan interior gedung pada tahun 2023 ini.

Masjid Rahmatan Lil'Alamin memiliki kapasitas sekitar 100 jamaah. Selama Ramadhan beberapa kegiatan keagamaan digelar, seperti buka puasa, shalat tarawih, dan tadarusan.

Masjid seluas  sekitar 7,5 meter X 11 meter dan tinggi mencapai 15 meter itu pertama kali digunakan menggelar ibadah Ramadhan pada tahun 2021. Kemudian, berlanjut pada 2022 dan 2023. Artinya, tahun 1444 Hijriah atau 2023 menjadi kali ketiga penyelenggaraan ibadah Ramadhan.

Saat menjelang berbuka puasa, anak-anak banyak datang ke sana. Mereka melaksanakan buka puasa secara bersama-sama, ada bapak-bapak juga. Suasananya rukun, guyub, berbalut canda tawa khas para bocah-bocah itu. Usia mereka kira-kira 7-10 tahun.

Hidangan pisang goreng dan es kopi jadi takjil, melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Meski sederhana, mereka tetap menikmatinya. Usai menyantap takjil, warga  bergegas melaksanakan ibadah shalat maghrib berjamaah. Setelah shalat, takmir masjid membagikan nasi kotak, lauknya ayam krispi, lengkap dengan telur orek dan sambal kemasan kecil.

Tahun ketiga ini juga bakal digelar Shalat Id, sama seperti dua edisi 1 Syawal sebelumnya. Shalat Id tahun 2021 dan 2022  diikuti ratusan jamaah. Namun bedanya, ibadah tahun ini kondisi Masjid Ramhatan Lil'Alamin sudah selesai 100 persen pembangunannya.

Peresmian Masjid Rahmatan Lil'Alamin Insya Allah bakal dilakukan pada Kamis, 30 Maret 2023. Pelaksanaannya usai shalat tarawih. Nantinya ada pengajian juga. Dijadwalkan hadir ulama dari Kabupaten Bangkalan, Madura, KH Kholil Yasin. Spanduk pengajian dan peresmian masjid sudah terpasang di Balai RW 9. Hal serupa juga tampak di Gapura Gang Lebar RT 9 / RW 7.

Sehari setelahnya, atau Jumat (31/3/2023), takmir Masjid Rahmatan Lil'Alamin bakal menggelar ibadah shalat Jumat perdana atau kali pertama sejak dibangun pada 2020. Pelaksanaan shalat Jumat juga mengakomodasi permintaan masyarakat setempat, sekaligus mempermudah para warga lanjut usia untuk mengikuti ibadah.

Salah seorang warga setempat, Syamsul Arifin, merasa bersyukur lantaran Masjid Rahmatan Lil'Alamin di tempat tinggalnya bisa rampung. Di samping itu model bangunan masjid juga unik, yakni terinspirasi dari bentuk bangunan Ka'bah.

Warga setempat bisa beribadah di sana, sekaligus menjalankan seluruh kegiatan selama bulan Ramadhan dengan penuh suka cita. Sebelum adanya Masjid Rahmatan Lil'Alamin, warga menjalan shalat tarawih dengan memanfaatkan keberadaan Balai RW 9 yang terletak di dekat rumah ibadah itu.

Dengan adanya masjid itu diharapkan seluruh prosesi ibadah Ramadhan warga bisa berjalan lancar. ***

Berita Terkait