Puisi Agus Bachtiar K: Selamat Beristirahat, Sayang

Ilustrasi suasana negeri.

Ilustrasi suasana negeri.

Puisi

ORBITINDONESIA.COM - Diam? Diinjak!

Teriak? Hilang tanpa jejak!

Sopan tak dihiraukan,

Bergejolak? Dicap melawan!

Itu kisah lama negeriku...

Yang masih terekam di ruang bisu.

Tolong, jangan kau ulang!

Keluarga kami banyak 'tlah hilang.

Dan kini... muncul dengan rupa berganti:

Pandai membungkam, nihil solusi.

Pamer kemolekan semu,

Sajikan nurani palsu!

Pahit yang kau tawarkan bukanlah jamu,

Tapi racun yang mematikan perihnya kalbu.

Manis yang engkau janjikan bukan madu murni,

Hanya janji kosong pemanis rayu syahwati!

Aksara demi aksara tak lagi bermakna,

Kata per kata kau nilai hampa...

Mungkin sejak kecil tak kenal buku,

Membaca dan ilmu: asing bagimu!

Kami tak butuh teriakanmu,

Kami merindukan karya otakmu!

Kau cerminan seluruh negeri,

Tak sepatutnya berkata penuh maki.

Jangan sampai kami tak sudi untuk hirau

Pada narasimu yang makin kacau!

Jika memang sudah teramat lelah,

Lemparkan handuk...

menyerah kalah!

Semua 'kan menghargai,

Dan mungkin berhenti menghakimi.

Walau hamburan anggaran terlanjur gila,

Jika kau mundur, itu jalannya.

Sudahlah...

Menyerahlah...

Tidurlah...

Istirahatlah...

Tuanku Sayang!

Ujung Selatan Pulau Bangka, 8 September 2026

Sang Peramu Aksara