DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

AM Hendropriyono: Demonstrasi Massa Hanya Boleh di tempat Tertentu dan Dilarang Pakai Megafon

image
Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. AM Hendropriyono, S.T., S.H., M.H

Para provokator politik di Indonesia lantas mendengungkan sikap anti China yang merupakan pancingan, agar paralel dengan provokasi politik AS di Asia Tenggara dan Taiwan.

Kedatangan Wapres AS Kamala Haris pada 22 Nopember 2022 ke pulau Palawan dan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelocy sebelumnya pada 2 Agustus 2022 merupakan suatu geostrategi, agar China memproyeksikan kekuatan militernya ke Asia Tenggara dan Asia Timur bukan ke Eropa.

Ketegangan yang terjadi akibat pergeseran geopolitik Eropa ke geostrategi di Asia akan selalu naik turun, sesuai dengan sifat kekenyalan dari suatu strategi.

Jika perkembangan keadaan kelak ke arah gelap yang melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, Jepang dan Australia, maka perang militer total yang terbuka memaksa kita untuk mempercepat konsolidasi kekuatan armada perang RI.

Baca Juga: 5 Desember, Liga 1 Kembali Bergulir Lagi

Kemenangan perang dalam persepsi intelijen adalah dominasi dari unsur surprise (pendadakan), yang di laut berupa kekuatan dan kemampuan armada kapal-kapal selam modern.

Jika disandingkan dengan Malaysia yang mempunyai 2 armada kapal selam untuk lautnya yang hanya seluas 10.024 km2, Singapore yang memiliki 4 armada kapal selam untuk mengamankan lautnya yang hanya 728 km2,

negara kita yang luas lautnya 3.250.000 km2 ini ternyata hanya memiliki 4 armada kapal selam juga.

Ini karena kita belum mampu untuk menambah armada sehingga harus mencari uang dengan membuatkan kapal-kapal selam di Surabaya dan menjualnya ke Filipina 3 armada kapal selam baru, dalam rangka membangun 16 armada kapal selam pesanan mereka yang harus selesai pada tahun 2028.

Baca Juga: Bongkar Korupsi Pengangkutan Batu Bara, KPK Usut Pencairan Uang PT Siwijaya Mandiri Sumsel ke Pihak Lain

Halaman:

Berita Terkait