Seksualitas di Usia Lanjut: Menemukan Kebahagiaan Tanpa Batas Usia
ORBITINDONESIA.COM – Joan Price dan Mac Marshall, keduanya berusia 82 tahun, buktikan bahwa kehidupan seks yang memuaskan tak kenal usia, dengan jadwal kencan seks mingguan yang penuh perhatian dan kasih sayang.
Dalam masyarakat yang sering kali memandang seksualitas sebagai domain orang muda, banyak orang lanjut usia berjuang melawan stereotip bahwa kehidupan seks mereka berakhir seiring bertambahnya usia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah orang dewasa berusia 65 hingga 74 tahun tetap aktif secara seksual. Ini membuktikan bahwa keinginan untuk intimitas tidak hilang dengan waktu.
Studi mengungkapkan bahwa meskipun banyak orang lanjut usia menghadapi masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau kekeringan vagina, solusi kini lebih tersedia. Dokter dapat merekomendasikan obat atau alat bantu, sementara perubahan gaya hidup seperti olahraga dan manajemen stres juga membantu. Dr. Stacy Lindau menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental pasangan.
Dalam pandangan Rosara Torrisi, kesenangan seksual tidak berkurang seiring bertambahnya usia, tapi justru dapat meningkat. Usia lanjut memberikan kebebasan untuk mendefinisikan ulang apa arti seks yang sehat. Ini adalah saat di mana individu bisa lebih terbuka tentang kebutuhan mereka, tanpa terikat pada definisi tradisional seks yang seringkali membatasi.
Saat kita menua, penting untuk tetap berpikiran terbuka dan fleksibel dalam kehidupan seksual kita. Sama seperti Joan dan Mac, yang menemukan cara baru untuk menikmati kebersamaan meskipun menghadapi tantangan kesehatan. Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana kita bisa lebih mendukung mereka yang ingin mempertahankan kehidupan seksual yang aktif dan memuaskan di usia lanjut?
(Orbit dari berbagai sumber, 7 Maret 2026)