Peluncuran Starlink SpaceX: Fenomena 'Ubur-Ubur' di Langit

ORBITINDONESIA.COM – Peluncuran Starlink oleh SpaceX pagi ini memamerkan pemandangan langit yang menakjubkan, saat plumenya diterangi oleh matahari yang belum terbit.

Fenomena ini terjadi setelah peluncuran pada pukul 5:52 pagi dari Cape Canaveral. Efek ini sering kali digambarkan seperti ubur-ubur karena tampilannya yang membulat dan tembus cahaya. Roket Falcon 9 berhasil mendarat di kapal drone 'A Shortfall of Gravitas'.

Peluncuran ini menambah 29 satelit Starlink ke megakonstelasi SpaceX, mendekati 10.000 unit di orbit. Dalam sejarah SpaceX, ini adalah misi ke-28 tahun ini dan pendaratan ke-580. Fenomena 'ubur-ubur ruang' tidak jarang terjadi, terutama ketika peluncuran terjadi saat fajar atau senja.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi dan alam dapat menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Selain itu, peningkatan jumlah satelit menyoroti ambisi SpaceX dalam memperluas jangkauan internet global. Namun, pertumbuhan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap langit malam kita.

Pemandangan 'ubur-ubur ruang' ini tidak hanya memukau, tetapi juga mengingatkan kita pada kemajuan dan tantangan eksplorasi luar angkasa. Apakah kita siap menghadapi perubahan yang dibawa oleh konstelasi satelit yang berkembang pesat ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 7 Maret 2026)