Inisiatif Baru: Pendidikan Gizi di Sekolah Kedokteran

ORBITINDONESIA.COM – Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mengumumkan dorongan baru bagi sekolah kedokteran untuk lebih mengedepankan pendidikan gizi.

Kennedy telah lama berargumen bahwa dokter kurang terlatih dalam gizi, yang mengarah pada fokus mengobati penyakit kronis dengan obat daripada mencegahnya dengan diet. Pendekatan ini dianggap oleh beberapa ahli sebagai terlalu sederhana.

Studi tahun 2015 menemukan bahwa mahasiswa kedokteran hanya menghabiskan rata-rata 19 jam untuk pendidikan gizi selama empat tahun. Sejak tahun 1960-an, pendidikan gizi di sekolah kedokteran AS dianggap kurang memadai. Inisiatif baru ini meminta sekolah kedokteran meninjau pelatihan gizi mereka dan menunjuk anggota fakultas untuk mengawasi pendidikan gizi.

Menurut Dr. Adam Gaffney, asumsi Kennedy bahwa dokter tidak peduli atau tidak membicarakan gizi adalah salah. Masalahnya lebih pada keterbatasan finansial dan waktu serta makanan tidak sehat yang mudah diakses. Kennedy juga dianggap mendukung ide-ide medis yang tidak ilmiah, yang menimbulkan pertanyaan tentang apa yang ingin mereka tambahkan ke dalam pengajaran gizi.

Inisiatif untuk memperkuat pendidikan gizi di sekolah kedokteran adalah langkah yang relevan, namun pertanyaan tentang bagaimana hal ini diterapkan tetap terbuka. Apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam cara dokter menangani perawatan kesehatan? (Orbit dari berbagai sumber, 7 Maret 2026)