Israel dan Amerika Serikat Kuasai Langit Iran dalam Konflik Geopolitik
ORBITINDONESIA.COM – Israel, didukung oleh Amerika Serikat, telah menguasai langit Iran, menghancurkan infrastruktur dan arsenal misil balistiknya.
Selama bertahun-tahun, Israel menahan diri dari konfrontasi militer langsung dengan Iran karena takut akan reaksi Hezbollah. Namun, serangan simbolis Hezbollah memberikan dalih bagi Israel untuk memulai serangan balasan yang telah lama direncanakan.
Kemitraan Israel dengan Amerika Serikat telah memberi keberanian untuk mengejar agenda geopolitik yang lebih agresif. Israel tidak lagi mempercayai intelijennya sepenuhnya dan melihat perlunya memusnahkan ancaman sebelum menjadi lebih besar. Dengan dukungan Amerika, Israel dapat melancarkan serangan udara terbesar yang pernah ada terhadap Iran.
Serangan ini mencerminkan perubahan penting dalam strategi Israel setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Israel mengambil kesempatan untuk menekan Iran dan Hezbollah, meskipun ada risiko besar dari reaksi balik. Beberapa analis menyebut tindakan ini sebagai bentuk oportunisme strategis.
Keberhasilan militer Israel di masa lalu mungkin telah memberikan keyakinan yang berlebihan. Namun, untuk mengubah kawasan secara permanen, Israel perlu mengingat pentingnya diplomasi. Mengandalkan kekuatan militer semata dapat menimbulkan risiko overreach dan reaksi negatif dari komunitas internasional.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Maret 2026)