Ketegangan Baru China-AS: Dampak Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
ORBITINDONESIA.COM – Pembunuhan pemimpin tertinggi Iran oleh serangan yang didukung Amerika Serikat telah memicu kecaman keras dari China, menandai babak baru ketegangan dalam hubungan China-AS.
Ketegangan antara China dan AS semakin meningkat setelah serangan terhadap Iran, dengan China mengecam tindakan AS dan Israel sebagai upaya terang-terangan untuk mengganti rezim. Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei terjadi setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro, mitra dekat China, oleh pasukan AS.
China menghadapi dilema dalam mempertahankan Iran tanpa merusak kepentingan ekonominya atau memperburuk hubungan dengan AS. Sementara ancaman Iran untuk mengganggu jalur minyak dunia bisa mempengaruhi ekonomi China, Beijing juga khawatir akan dampak domestik dari perubahan rezim yang didukung asing.
Beijing lebih memprioritaskan hubungan dengan AS dibandingkan urusan Timur Tengah. Dengan jadwal pertemuan antara Xi dan Trump yang akan datang, China memiliki insentif kuat untuk menjaga hubungan tetap stabil, meskipun ketegangan meningkat akibat pembunuhan di Iran.
Pembunuhan ini membuka celah besar dalam kemampuan militer kedua negara adidaya. Meski China telah banyak berinvestasi, tetap belum mampu menandingi kekuatan militer AS. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di Beijing mengenai kebebasan tindakan militer AS di panggung global.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Maret 2026)