Terobosan Teknologi aDBS: Harapan Baru Penderita Parkinson
ORBITINDONESIA.COM – Setelah dipasangi perangkat stimulasi otak dalam adaptif (aDBS), Keith Krehbiel merasakan getaran di tangannya hilang hampir seketika. Ini menandakan era baru bagi pengobatan Parkinson.
Penyakit Parkinson memengaruhi sekitar 1,1 juta orang di Amerika Serikat. Penyakit ini adalah gangguan gerak yang semakin memburuk seiring waktu. Gejalanya sering dimulai dengan tremor yang nyaris tak terlihat dan berkembang menjadi kekakuan serta masalah keseimbangan.
Dr. Helen Bronte-Stewart memimpin uji klinis internasional untuk perangkat aDBS. Perangkat ini menyesuaikan stimulasi berdasarkan sinyal otak secara real-time. Teknologi ini diharapkan memperlambat perkembangan Parkinson, dan telah mendapatkan persetujuan dari FDA pada Februari 2025.
Keberhasilan perangkat aDBS menandai langkah besar dalam pengobatan Parkinson. Penyesuaian stimulasi yang tepat dapat mengurangi gejala dan efek samping obat. Meskipun belum merupakan obat, teknologi ini menawarkan terapi jangka panjang yang stabil.
Terobosan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang melawan Parkinson. Dengan pengembangan teknologi yang terus berlanjut, harapan untuk pengobatan yang lebih efektif semakin mendekat. Bagaimana inovasi ini akan mengubah kehidupan jutaan pasien di masa depan?