Serangan Mematikan di Sekolah Iran: Dampak dan Kontroversi

ORBITINDONESIA.COM – Tragedi melanda Iran ketika setidaknya 153 orang, termasuk anak-anak, tewas akibat serangan di sebuah sekolah di selatan Iran. Peristiwa ini memicu kemarahan dan tudingan terhadap AS dan Israel.

Serangan yang menargetkan sekolah perempuan di Minab, dekat basis Korps Garda Revolusi Iran, memicu ketegangan geopolitik yang sudah memanas. Iran menuduh AS dan Israel sebagai pelaku, namun kedua negara tersebut menyangkal keterlibatan mereka.

Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa lebih dari 200 orang tewas dalam serangan udara di Iran sejak hari Sabtu. Pihak berwenang internasional seperti Centcom mengklaim akan menyelidiki insiden ini lebih lanjut. Serangan ini terjadi setelah pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang meningkatkan eskalasi konflik.

Kemarahan publik Iran terlihat jelas di media sosial, sementara ketidakpercayaan terhadap rezim Iran memperumit penerimaan laporan resmi. Beberapa pihak menuduh rezim yang bertanggung jawab atas kurangnya perlindungan warga sipil, menunjukkan ketidakstabilan yang mendalam dalam negeri.

Tragedi ini mengingatkan kita pada dampak dahsyat konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil, terutama anak-anak. Pertanyaan tetap menggantung: bagaimana komunitas internasional dapat mencegah insiden serupa dan melindungi warga sipil dari kekerasan? (Orbit dari berbagai sumber, 2 Maret 2026)