Boeing dan Tantangan di Tengah Krisis: Analisis Mendalam

ORBITINDONESIA.COM – Pengiriman pesawat menjadi kunci bagi produsen seperti Boeing, terutama setelah krisis berkepanjangan yang melanda perusahaan ini. Ketika pelanggan menerima pesawat, mereka membayar sebagian besar harga pesawat, membuat pengiriman menjadi momen krusial.

Boeing mengalami kesulitan sejak dua kecelakaan fatal 737 Max yang merusak reputasi dan keuangan mereka. Pandemi Covid-19, kekurangan rantai pasokan, dan masalah produksi memperparah situasi. Dalam bulan terakhir, Boeing mampu menyerahkan 63 jetliner, termasuk 44 unit 737 Max.

Airbus masih memimpin dalam jumlah pengiriman, tetapi Boeing unggul dalam pesanan bersih dengan 1.173 dibandingkan Airbus yang hanya 889. Ini menunjukkan pergeseran fokus maskapai untuk menggantikan pesawat lama dengan model yang lebih efisien bahan bakar menjelang tahun 2030-an.

Boeing masih harus menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal kecepatan pengiriman yang realistis dan persetujuan dari FAA. Investor menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai sertifikasi Max 7 dan Max 10 serta kemajuan proyek 777X.

Meskipun Boeing menunjukkan perbaikan dalam pendapatan, tantangan ke depan tetap signifikan. Pertanyaan besar adalah apakah mereka dapat mengatasi hambatan ini dan kembali ke jalur yang lebih stabil? (Orbit dari berbagai sumber, 30 Januari 2026)