Karang Taruna Kec. Benda Dukung Alih Pelayanan Imigrasi ke Soekarno-Hatta Demi Kemudahan Warga
ORBITINDONESIA.COM — Pengurus Karang Taruna Kecamatan Benda, Kota Tangerang, secara resmi menyuarakan dukungan penuh terhadap rencana pemindahan yuridiksi keimigrasian wilayah Kecamatan Benda.
Alih pelayanan administrasi keimigrasian ini direncanakan berpindah dari Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta.
Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Benda, Alfi Yuda, menilai langkah ini sebagai kebijakan yang sangat berpihak pada masyarakat lokal. Kebijakan ini dinilai menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan kedekatan akses pelayanan publik serta integrasi wilayah Benda dengan kawasan bandara.
"Dukungan ini kami sampaikan karena pemindahan yuridiksi merupakan langkah yang sangat efisien dan menjawab kebutuhan warga Benda. Dari segi aksesibilitas, letak Kecamatan Benda berdampingan langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta. Memindahkan pusat pelayanan keimigrasian ke kawasan bandara tentu memangkas jarak, waktu, dan biaya perjalanan warga," ujar Alfi Yuda.
Ia menekankan bahwa kemudahan akses dan kedekatan jarak akan menjadi nilai tambah utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam mengurus dokumen keimigrasian seperti paspor maupun konsultasi administratif lainnya.
"Kawasan Benda dan Bandara Soekarno-Hatta secara geografis memiliki keterikatan yang tak terpisahkan. Mengurus dokumen keimigrasian di tempat yang jauh lebih dekat dari permukiman warga tentu memberikan kenyamanan dan efisiensi nyata bagi pemuda maupun masyarakat umum di Kecamatan Benda," tuturnya.
Selain aspek kedekatan pelayanan publik, Alfi menyoroti pentingnya integrasi tata kelola wilayah antara Kecamatan Benda dan Bandara Soekarno-Hatta sebagai satu kesatuan ekosistem.
"Secara strategis, penyesuaian yuridiksi ini sangat selaras dengan pengembangan Kawasan Aerotropolis yang digagas Pemerintah Kota Tangerang. Kecamatan Benda memegang peranan penting sebagai wilayah penyangga (buffer zone) utama bandara. Integrasi pelayanan keimigrasian ini mempertegas posisi Benda sebagai bagian inti dari dinamika pertumbuhan kawasan Bandara Soekarno-Hatta," jelasnya.
Di samping efisiensi administrasi warga, aspek integrasi pengawasan keimigrasian terpadu juga menjadi alasan krusial pendukung. Menurut Alfi, mobilitas warga negara asing (WNA) serta tingginya aktivitas bisnis dan fasilitas penunjang bandara di wilayah Benda memerlukan sistem pengawasan yang saling terhubung secara langsung.
"Pemindahan yuridiksi ini sangat efektif dalam mewujudkan pengawasan yang terintegrasi penuh dengan pintu gerbang internasional Bandara Soekarno-Hatta. Sistem yang saling terhubung akan meningkatkan efektivitas pemantauan sekaligus memberikan kepastian rasa aman bagi masyarakat Benda," tegas Alfi.
Sebagai wadah kepemudaan di tingkat kecamatan, Karang Taruna Benda berharap Kementerian Keimigrasian bersama Pemerintah Kota Tangerang dapat segera merealisasikan rencana strategis ini.
"Karang Taruna Kecamatan Benda siap bersinergi dan mengawal kebijakan ini agar pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan terintegrasi dengan Bandara Soekarno-Hatta dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kecamatan Benda," pungkas Alfi Yuda. ***