Kontroversi Censorship TikTok: Imbas Perubahan Kepemilikan di AS

ORBITINDONESIA.COM – Seorang komedian Kristen menyerukan penghapusan ICE, namun videonya hilang dari TikTok. Apakah ini tanda sensor di era baru TikTok AS?

Pada 24 Januari, Alex Pretti ditembak mati oleh agen federal di Minneapolis, memicu kemarahan publik. Komedian Megan Stalter mengunggah video kritik terhadap ICE di Instagram, namun gagal di TikTok. Pengguna lain juga mengalami kesulitan serupa, memicu dugaan sensor.

TikTok mengklaim gangguan teknis akibat pemadaman listrik, namun skeptisisme meningkat. Perubahan kepemilikan TikTok AS, dengan keterlibatan perusahaan Oracle, menimbulkan kekhawatiran tentang akses data dan kebijakan moderasi konten.

Casey Fiesler dari University of Colorado menyoroti kurangnya kepercayaan terhadap platform media sosial. Keterkaitan kepemilikan baru TikTok dengan pemerintahan Trump dan isu ICE menjadi perhatian utama.

Meski tak terbukti, dugaan sensor TikTok memicu kekhawatiran. Pengguna mulai beralih ke platform lain, mencari kebebasan berekspresi. Apakah kita sebagai masyarakat siap menghadapi era baru media sosial yang lebih terkontrol?

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Januari 2026)