Menopause dan Risiko Demensia: Hubungan yang Terungkap
ORBITINDONESIA.COM – Studi besar di Inggris menemukan perubahan otak terkait menopause mirip dengan Alzheimer, menjelaskan risiko demensia lebih tinggi pada wanita.
Menopause sering dikaitkan dengan perubahan fisik yang signifikan pada wanita. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan ini juga dapat memengaruhi struktur otak, berkontribusi pada risiko demensia yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Dengan hampir dua kali lipat kasus demensia pada wanita, memahami kaitan ini menjadi semakin penting.
Studi yang melibatkan hampir 125.000 wanita ini menunjukkan hilangnya materi abu-abu di area otak yang penting untuk memori dan emosi. Penggunaan terapi penggantian hormon (HRT) tidak mencegah kehilangan ini, dan wanita yang menggunakannya justru lebih cenderung mengalami masalah kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa menopause berpotensi membuat wanita lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer.
Beberapa ahli berpendapat bahwa hormon memainkan peran penting dalam kerentanan ini. Namun, tanpa pelacakan jangka panjang, sulit untuk memastikan apakah perubahan otak terkait menopause benar-benar meningkatkan risiko demensia. Meski demikian, kesadaran akan kesehatan mental selama menopause dan dorongan untuk mencari bantuan sangat ditekankan oleh para peneliti.
Pemahaman lebih dalam tentang hubungan antara menopause dan demensia sangat diperlukan. Langkah-langkah pencegahan seperti olahraga teratur, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol dapat membantu mengurangi risiko. Namun, pertanyaan tentang bagaimana menopause memengaruhi otak dan risiko demensia tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 Januari 2026)