Cuaca Ekstrem di Afghanistan: Dampak dan Tantangan

ORBITINDONESIA.COM – Cuaca ekstrem melanda Afghanistan, menewaskan lebih dari 60 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya dalam tiga hari terakhir, menurut otoritas manajemen bencana negara tersebut.

Afghanistan rentan terhadap bencana cuaca ekstrem, dengan salju dan hujan lebat yang sering memicu banjir bandang mematikan. Infrastruktur yang buruk dan dampak perubahan iklim memperparah situasi ini, terutama di daerah terpencil.

Dari 34 provinsi di Afghanistan, 15 di antaranya mengalami kerusakan parah dengan 458 rumah hancur dan ratusan hewan mati. Tahun lalu, banjir bandang musim semi menewaskan lebih dari 300 orang. Bencana ini diperparah oleh konflik berkepanjangan, ekonomi yang terpuruk, dan deforestasi.

Bencana ini menyoroti ketahanan infrastruktur dan kesiapan bencana Afghanistan yang lemah. Upaya internasional diperlukan untuk membantu negara ini menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Bantuan global dan kebijakan adaptasi iklim menjadi sangat penting.

Tragedi cuaca ekstrem ini menuntut perhatian dunia dan aksi nyata dalam mengatasi dampak perubahan iklim dan memperkuat ketahanan komunitas lokal. Apakah komunitas internasional siap mengulurkan tangan untuk membantu Afghanistan keluar dari krisis ini?